Sopir Taksi Online Meninggal dalam Mobil

Berhenti Lama di Traffic Light Dikira Tidur, Ternyata Abdul Tidur Selamanya

32
SEMAYAM. Jenazah Abdul dibawa ke rumah duka menggunakan mobi ambulan, Kamis (26/7) malam--Andi Ridwansyah
SEMAYAM. Jenazah Abdul dibawa ke rumah duka menggunakan mobi ambulan, Kamis (26/7) malam--Andi Ridwansyah

eQuator.co.id – Pontianak-RK. Dikira tidur, ternyata Abdul Syukur sudah tidur selamanya. Sopir taksi online ini, ditemukan tak bernyawa dalam mobil yang disopirinya, di pertigaan traffic light Sungai Jawi, Kecamatan Pontianak Kota, Kamis (26/7) sekitar pukul 19.00 Wib. Tepat di depan Masjid Al Falah.

Informasi yang dihimpun, sebelumnya pria 43 tahun itu berkendara melintasi Jalan KH Wahid Hasyim. Dia baru saja mengantar penumpang. Rencananya, dia akan pulang ke rumahnya, di Jalan Tabrani Ahmad, Gang Setara, Kecamatan Pontianak Barat. Untuk rehat sejenak. Namun, tiba-tiba dia tidak melanjutkan perjalanan. Meski traffic light sudah hijau.

Otomatis, pengendara di belakangnya menyalakan klakson berkali-kali. Agar mobil Toyota Ayla putih yang disopiri Abdul itu segera jalan. Karena tidak juga bergerak, akhirnya salah satu pengendara menghampiri mobil bernomor polisi KB 1615 WD itu, untuk memberitahu agar segera jalan.

Kala itu yang terlihat adalah sopir mobil tersebut dalam keadaan tak bergerak. Pengendara yang lain serta warga sekitar pun menghampiri dan mencoba membangunkan Abdul yang dikira tidur. Karena tak bangun-bangun, warga berinisiatif membawa mobil itu ke pinggir jalan. Agar tidak mengganggu lalu lintas. Abdul kemudian segera dilarikan ke RSU Santo Antonius Pontianak. Tak jauh dari lokasi kejadian.

“Saya yang bawa korban bersama-sama warga lain. Tapi kalau kapan meninggalnya, saya nggak tahu,” ujar Hasan, satu warga yang membantu mengevakuasi korban ke rumah sakit saat ditemui Rakyat Kalbar, Kamis (26/7) sekitar pukul 19.30 Wib.

Sebelum mengetahui kejadian ini, pria 50 tahun itu tengah duduk di warung kopi depan RS Antonius. Dia melihat ramai warga mengerumuni mobil berwarna putih. “Saya pun datang mendekat untuk mengetahui keramaian itu. Rupanya ada orang tak sadarkan diri. Saya bersama beberapa warga membawanya ke rumah sakit,” jelasnya.

Tim Inafis berserta Jatanras Sat Reskrim Polresta Pontianak yang mengetahui hal ini pun segera meluncur ke lokasi untuk bersama-sama mengevakuasi korban dan mengumpulkan sejumlah keterangan. Setibanya di RS Antonius, nyawa Abdul tak dapat diselamatkan.

“Ketika kami sampai di lokasi, ternyata korban telah dibawa ke Rumah Sakit Antonius untuk dilakukan pemeriksaan medis,” kata Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Muhammad Husni Ramli.

Saat ditemukan, lanjut Husni, tak satu pun warga yang mengenali korban. “Kami segera melakukan penyelidikan, memeriksa kendaraan korban dan mengumpulkan keterangan saksi,” ujar Husni.

Hasil pemeriksaan, pihaknya mendapatkan sebuah dompet milik korban. Di dalammya berisi kartu identitas dan dua handphone (HP). “Korban diketahui bernama Abdul Syukur. USia 43 tahun dan berdomisili di Jalan Tabrani Ahmad, Gang Setara, Blok B4, Pontianak Barat,” papar Husni.

Berdasarkan keterangan rekan dan keluarga, lanjut Husni menjelaskan, korban kesehariannya  bekerja sebagai sopir taksi online Grab dan Gocar. Sedangkan dari keterangan pihak rumah sakit, sambung Husni, tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik terhadap korban. “Korban diduga mengalami serangan jantung. Korban sudah kita serahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan,” tutupnya.

Sementara itu, Abah membenarkan bahwa Abdul Syukur adalah rekan kerjanya sesama sopir taksi online. “Beliau adalah mitra dari Gojek dan Grab Kota Pontianak. Cerita warga, beliau tadi tengah bawa mobil dan berhenti di lampu merah Jalan Wahid Hasyim. Saya rasa mungkin dia mau istirahat di rumah,” kata Abah.

Pria 50 tahun ini melanjutkan, mengutip informasi dari warga sekitar, bahwa mobil yang dikendarai rekannya itu tidak berjalan. Padahal lampu di pertigaan sudah berubah hijau. Pengendara lainnya pun heran dan mendekatinya. Kemudian mengetuk kaca mobil. Tetapi tidak kunjung dibuka.

“Ya, akhirnya warga sekitar berinisiatif membuka sedikit kaca pintu mobil. Ternyata beliau sudah tidak sadar. Warga pun kaget dan langsung membawanya ke rumah sakit,” cerita Abah.

Diakuinya, kepergian Abdul untuk selamanya ini diketahuinya melalui grup WhatsApp (WA) ‘Underground Team’, komunitas Ojol Gojek di Pontianak.

“Dia anggota grup. Kami tahu itu karena di mobil itu ada stiker grup kami. Jadi orang-orang posting di grup WA. Kita lihat ini anggota kita, makanya kita ramai-ramai ke sini,” ujar Abah yang merupakan pendiri Underground Team.

Ia melanjutkan, sepanjang mengenal korban, tidak ada riwayat korban memiliki masalah jantung. “Tapi kakaknya pernah bilang kalau korban ini punya riwayat asma,” jelasnya.

Untuk diketahui, Abdul meninggalkan seorang istri dan dua anak. Hingga saat ini pihak Grab maupun Gojek belum memberi konfirmasi apakah ada atau tidaknya santunan untuk keluarga mitranya yang ditinggal.

Laporan: Bangun Subekti dan Andi Ridwansyah

Editor: Ocsya Ade CP