Smart City Permudah Melayani Masyarakat

DIGITAL WEEK. Penggagas smart city, Suhono S Supangkat dan Walikota Sutarmidji memukul tar, sebagai tanda dibukanya Pontianak Digital Week 2016 di Taman Alun Kapuas, Rabu (10/8). GUSNADI

eQuator.co.id – Pontianak-RK. Smart city memberikan kenyamanan dan kesejahteraan warga Kota Pontianak. Inilah hasil kerja pemerintah dalam mengelola sumber daya alam dan manusia.

“Yang terpenting dari konsep smart city, bagaimana mengelola sumber daya yang dimiliki dengan cara mengetahui persoalan. Kemudian mempelajari dan memahami, kemudian melakukan aksi dengan benar,” kata Suhono S Supangkat, penggagas smart city usai membuka Pontianak Digital Week 2016 di Taman Alun Kapuas, Rabu (10/8).

Suhono mengatakan, konsep smart city, mengelola kota dengan berbagai sumber daya. “Yang belum bekerja mendapat pekerjaan, belajar, start up, mengatur jalan yang benar, mengelola sampah dengan benar dan sebagainya,” katanya.

Tujuan dari pemanfaatan teknologi digital seperti smart city untuk mensejahterakan masyarakat. Digital hanya sebagai alat bantu. Teknologi digital sangat penting dalam penerapan smart city, namun bukan menjadi tujuan utama.

“Tujuan utamanya adalah hidup kita menjadi lebih enak, lebih baik. Sampah dikelola dengan benar, maka perlu teknologi digital. Sampah ada di mana, diketahui di mana, Pak Wali (Walikota) mendapat laporan melalui sarana digital seperti Whatsapp atau media sosial lainnya. Kemudian langsung merespon dan diteruskan kepada SKPD yang bertanggungjawab terhadap permasalahan yang dilaporkan,” jelas Suhono.

Walikota Pontianak, H. Sutarmidji, SH, M.Hum mengatakan, tujuan smart city, percepatan kesejahteraan dan kenyamanan masyarakat. Teknologi apapun yang digunakan, apabila tidak bisa menciptakan kesejahteraan masyarakat, maka tidak ada manfaatnya.

“Jadi manajemen yang baik, didukung dengan teknologi dan aplikasi yang benar, itu akan memberikan percepatan pencapaian kesejahteraan dan kebahagiaan,” ujar Sutarmidji.

Sutarmidji mengapresiasi partisipasi masyarakat Pontianak yang dinilanya sudah bagus. Disiplin masyarakat sudah semakin baik dan Pontianak termasuk kota yang lebih bersih, tak kalah dengan kota-kota lainnya di Indonesia.

“Taman-taman maupun area publik semakin kurang penjaganya. Dikarenakan tingkat kesadaran masyarakat semakin meningkat,” katanya.

Walikota Sutarmidji menilai aplikasi smart city hanya sebagai alat bantu untuk mempermudah. Dia pun tidak ingin ketergantungan dengan teknologi ketika menangani suatu persoalan, apalagi dalam bentuk pelayanan masyarakat. Melayani masyarakat, butuh langkah-langkah cepat dan itu tidak mesti melalui aplikasi atau teknologi. “Bisa saja dengan langkah bijak, bicara dari satu hati ke hati,” jelasnya.

Pendekatan melalui diskusi juga bisa mengubah pola pikir atau mindset seseorang. Mengajak berpikir maju. Itu juga merupakan salah satu bagian dari smart city. Diakui Sutarmidji, dalam menjalankan tugasnya selaku kepala daerah, kerap memanfaatkan media sosial seperti WhatsApp untuk menerima laporan dari bawahan atau masyarakat. Kemudian meminta kepala SKPD menindaklanjuti laporan tersebut. “Dalam waktu enam menit, setiap laporan langsung direspon jajaran terkait,” kata Sutarmidji. (agn)