Setiap Tahun Aktivitas E-Commerce Meningkat

Perkembangan Teknologi Digital di Indonesia

5
ilustrasi : internet

eQuator.co.id – PONTIANAK-RK. Penggunaan teknologi digital di Indonesia melesat. Salah satunya dari sisi penggunaan internet tiap tahunnya terjadi penetrasi.

Tenaga Ahli Materi Komunikasi dan Informatika, Freddy H Tulung mengatakan, sejak tahun 2013 terjadi penetrasi penggunaan internet sebesar Rp38 juta. Pada 2015 meningatkat menjadi Rp88 juta. Sedangkan tahun 2018 sudah tembus diangka Rp145 juta.

“Rata-rata pengguna internet penduduk Indonesia selama 3,5 jam. Jumlah ini dua kali lipat dari penduduk Amerika,” ujarnya, Kamis (18/10).

Tak dipungkiri, teknologi digital dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam proses produksi yang modern. Di samping itu, juga memberikan kemudahan dan kenyamanan kepada konsumen. “Bahkan teknologi digital ini juga dapat menjadi tulang punggung pada revolusi industri 4.0 nantinya,” katanya.

Dampak lainnya dalam perkembangan teknologi digital juga berimbas pada peningkatan aktivitas e-commerce setiap tahunnya di Indonesia. Mencapai 3,7 juta pekerjaan baru seiring dengan bangkitnya ekonomi digital dalam tahun tahun kedepan.

Kemudian dari sisi pendapatan, e-commerce di Indonesia diangka 6 miliar dolar AS. Sementara pengguna internet yang melakukan pembelian secara online sebesar 78 persen.

“Secara estimasi pertumbuhan e-commerce mencapai 18 persen per tahun dalam 5 tahun mendatang dan berkontribusi untuk menambah PDB sebesar USD 36 miliar,” ungkap Freedy.

Dijelaskannya, tren pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia diciptakan pelaku e-commerce. Salah satunya adalah Gojek. Perusahaan ini menjadi pelopor dalam layanan pemesanan ojek berbasis online melalui aplikasi. Mendorong pertumbuhan lapangan kerja baru yang cukup menjanjikan dan dapat memberikan pemasukan lebih dibandingkan industri konvensional dengan jam kerja fleksibel. (nov)