Setahun, 2.000 Penjahat di Kalbar Ditangkap

6
BARANG BUKTI. Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono, didampingi Direktur Eksekutif Lemkapi, Dr Edi Saputra Hasibuan saat menunjukkan barang bukti dan tersangka di Mapolda Kalbar, Rabu (28/11)—Abdul Halikurrahman

eQuator.co.idPontianak-RK. Sejak Januari 2018 hingga saat ini, kepolisian jajaran Polda Kalbar berhasil menangkap 1.986 orang pelaku tindak pidana kriminalitas. Artinya, dapat dipastikan jumlah pelaku yang diamankan mencapai 2.000 orang pada akhir tahun nanti.

Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono mengatakan, pelaku-pelaku kriminalitas ini diamankan melalui kegiatan Operasi Pekat, Operasi Panah, Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan (KKYD), Ketertiban Kendaraan Bermotor (Tibtor) dan KKYD Premanisme. “Capaian ini melebihi target,” kata Kapolda dalam konferensi pers di Mapolda Kalbar, Rabu (28/11).

Ia menjelaskan, selama sebulan terakhir ini, jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalbar juga berhasil meringkus 388 pelaku kejahatan jalanan melalui Operasi Cipta Kondisi Lilin 2018 yang digelar dari 26 Oktober hingga 24 November kemarin.

Khusus pengungkapan kasus perjudian jenis dingdong, sedikitnya ada 13 pelaku yang diringkus. Mereka tersebar di wilayah Sambas, Singkawang, Landak, Sintang dan Bengkayang. Mereka ditangkap selama dua hari pada 22-23 November. Barang bukti berupa mesin dingdong yang berhasil disita, ada sebanyak 94 unit. Kemudian 8.649 keping koin dingdong juga berhasil disita.

Sementara barang bukti perjudian dingdong yang berbentuk uang tunai, berhasil disita sebanyak Rp 14,2 juta. “Para tersangka judi ini akan diancam dengan Undang-undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU),” tegas Kapolda.

Ia menegaskan, pihaknya berkomitmen akan terus melakukan pengembangan untuk mengetahui siapa aktor pemasok mesin judi dingdong di lima kabupaten itu. Namun sambung dia, sejauh ini belum ada informasi terkait dugaan mesin dingdong itu. Apakah dipasok dari negara tetangga atau diproduksi sendiri. Sebab, sebagian kegiatan perjudian dingdong itu, sudah ada yang berbasis online. “Tapi kita akan selidiki ke arah sana,” katanya.

Selain itu, dalam tahun ini Ditreskrimum Polda Kalbar juga berhasil meringkus satu orang pelaku pembobol ATM. Dengan jumlah kerugian korban mencapai Rp37 juta.

Kapolda mengatakan, upaya pengungkapan kasus pelaku tindak pidana kriminalitas yang dilakukan oleh jajarannya tentu bertujuan untuk memberi rasa aman kepada seluruh warga Kalbar.

“Polri mempunyai tanggungjawab mengawal aspek keamanan. Supaya program pembangunan daerah berjalan sesuai rencana. Oleh karena itu, Polri wajib memberikan jaminan kemanan. Tanpa gangguan apapun,” tegasnya.

Kendati jumlah pelaku kejahatan relatif sudah banyak yang sudah tertangkap, dia tetap mengingatkan kepada seluruh warga agar tetap waspada. Terutama terhadap aksi kejahatan jalanan.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak cuek dengan situasi. Terutama selalu waspada kepada orang yang tidak dikenal,” pesannya.

Kinerja jajaran Polda Kalbar yang berhasil menangkap ribuan pelaku tindak pidana kriminalitas tersebut diganjar dengan penghargaan dari Lembaga Pengkajian Strategis Polri (Lemkapi).

Penghargaan itu diberikan secara langsung oleh Direktur Eksekutif Lemkapi, Dr Edi Saputra Hasibuan melalui penyerahan pelakat secara simbolis di hari yang sama. “Kita apresiasi kinerja Kapolda dan jajarannya,” kata Edi Saputra kepada sejumlah wartawan.

Menurutnya, selama setahun ini Lemkapi berkeliling di seluruh Polda untuk memberikan penilaian kinerja kepolisian. Ia pun berharap pengahargaan yang diberikan ke Polda Kalbar bisa menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja.

Laporan: Abdul Halikurrahman

Editor: Ocsya Ade CP