Sertifikasi Halal Pelaku Usaha Lokal

eQuator – Dinas Koperasi dan UKM Kubu Raya menggencarkan kerjasama dengan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Komestik Majelis Ulama Indonesia (LPPOM-MUI) Kalbar. Tujuannya, merangkul pengusaha lokal agar mendaftarkan diri mengikuti proses sertifikasi halal.

“Dengan mendapatkan label halal dari LPPOM-MUI, secara tak langsung juga memudahkan pelaku usaha dalam memasarkan produk mereka sendiri. Seperti yang kita ketahui, di Kalbar dan Indonesia pada umumnya, mayoritas masyarakatnya bersal dari kalangan muslim,” kata Gemuruh, SSos, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kubu Raya kemarin.

Dikatakan Gemuruh, hingga saat ini masih cukup banyak pelaku usaha lokal terkesan enggan mengikuti proses sertifikasi halal. Alasannya terbentur biaya sertifikasi yang relatif mahal. Untuk membantu pelaku usaha tersebut, Dinas Koperasi dan UKM telah mengusulkan alokasi anggaran dari pemerintah pusat melalui Kementerian Koperasi dan UKM, untuk pembiayaan pembuatan sertifikasi halal bagi pelaku usaha lokal. Syaratnya fokus dan bersungguh-sungguh mengembangkan usaha.

“Soal besaran anggarannya, itu tergantung kebutuhan di lapangan. Pun nantinya anggaran untuk sertifikasi halal tersebut juga akan langsung di transfer ke LPPOM-MUI sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan pemerintah daerah. Kami dari dinas hanya memfasilitasi saja,” bebernya.

Terkait produk olahan pelaku usaha lokal Kubu Raya, kata Gemuruh, selain pisang salai, terdapat olahan gula merah yang dibuat pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kubu Raya yang telah dipasarkan hingga ke Pulau Natuna.

“Informasi yang saya dapat cukup banyak orang luar, terutama dari Pulau Natuna yang memesan produk olahan gula merah tersebut. Dan saya yakin jika produk ini sudah mendapatkan label halal, ditambah bagusnya kualitas packing yang dimiliki maka akan membuat produk lokal ini bisa maksimal bersaing dengan produk dari daerah lainnya,” ungkapnya.

Mengenai minimnya perhatian Dinas Koperasi dan UKM memberikan pembinaan pelaku usaha lokal, tempat tinggalnya juah dari ibu kota kabupaten disikapi santai Gemuruh. Dikatakannya, pada dasarnya instansi yang dipimpinnya telah mengupayakan memberikan pembinaan secara merata. Karena terbatasnya anggaran, diakuinya, membuat proses pembianan belum maksimal dilakukan di lapangan.

“Saya akui memang belum merata. Namun mulai tahun ini kami sedang mengupayakan peningkatan pembinaan dan peningkatan kualitas pelaku usaha local, seperti di Batu Ampar, Rasau Jaya dan beberapa daerah lainnya. Caranya dengan memberikan bantuan teknologi tepat guna dan pembinaan sejenisnya,” ungkap Gemuruh, seraya mengatakan, terus mengupayakan peningkatan pembinaan secara merata bagi pelaku usaha local, terutama pelaku UMKM yang dinilai serius dan berpotensi untuk pengembangan usaha yang digeluti.

Laporan: Syamsul Arifin

Editor: Hamka Saptono

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.