Sediakan Prostitusi, Izin Hotel Dibekukan!

Ilustrasi.Net

eQuator – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak diminta serius mengatasi permasalahan penyediaan praktek prostitusi. Pasalnya pembinaan saja dinilai tidak cukup tanpa adanya tindakan nyata berupa pembekuan izin atau sejenisnya.

Hal itu penting guna memberikan pelajaran bagi pelaku usaha lain agar kejadian asusila yang melibatkan anak bawah umur tidak kembali terjadi di Kota Khatulistiwa.

“Kita minta pihak perizinan dan pariwisata agar jangan sampai hotel melati ini terindikasi lagi adanya prostitusi anak di bawah umur, apalagi menyiapkan. Tindakan nyata Pemkot kita pertanyakan,” tegas anggota DPRD Kota Pontianak, H. Suarmadjat kepada Rakyat Kalbar, Kamis (12/11).
Diakui Suarmadjat, Pemkot Pontianak memang sudah bergerak berupa sidak atau razia melalui Satpol PP Kota Pontianak. Hanya saja, dari sekian banyak temuan tersebut kurang mendapatkan respon tindaklanjut nyata dan masih sebatas teguran saja.

“Pengawasan memang sudah dilakukan dengan merazia, tapi jangan hanya diingatkan saja, didata dan sejenisnya. Langsung bekukan saja izin mereka, karena sudah kerap kali kedapatan pasangan berbuat asusila dengan berduaan di dalam satu kamar,” lugasnya.

Sekretaris Komisi A DPRD Kota Pontianak ini menjelaskan, bukannya satu atau dua kali razia Satpol PP yang mendapati perbuatan asusila di setiap tempat penginapan. Bahkan kejadian itu selalu diingatkan, namun ironisnya peringatan itu tidak diindahkan pemilik usaha.

“Itu sudah seperti mengejek Pemkot, pemerintah dikucing-kucingkan. Lakukan tindakan tegas, terlebih Pak Walikota pernah berstatemen akan membekukan atau tidak memperpanjang izin jika disinyalir menyediakan tempat prostitusi,” tagihnya.

Selain itu, kata Madjat, ketatnya persaingan sektor perhotelan juga menjadi alasan bagi mereka tidak melarang pengunjung untuk melakukan prostitusi. Oleh karena itu, Pemkot Pontianak didesak harus mempunyai regulasi yang jelas bagaimana hotel-hotel kecil tersebut menjadi tidak mati.

“Mereka itu ibaratnya seperti hidup segan mati tak mau. Karena kalau memprotek pengunjungnya, mereka akan kehilangan tamu dan sepi. Jadi siapa saja mereka terima tanpa melihat siapa pasangan yang dibawa pengunjung itu,” tukasnya.

Oleh karena itu, Madjat mendesak Walikota Sutarmidji konsisten dengan ucapan yang pernah dikeluarkannya beberapa waktu lalu. Di mana jika ini benar diterapkan, ia meyakini apa yang diharapkan bersama tersebut tentu akan tewujud.

“Sekarang ini tinggal mengaplikasikan apa yang disampaikan itu, bukannya kita menolak banyak yang ingin berinvestasi, tapi percuma banyak kalau aturan yang ada diabaikan oleh pelaku usaha,” lugasnya.

Reporter: Gusnadi

Redaktur: Andry Soe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.