SBY dan Salim Solid Capreskan Prabowo

15
Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto (kiri) dan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono berjabat tangan usai melakukan pertemuan tertutup di Kartangara, Jakarta, Senin (30/7/18). Partai Gerindra dan partai Demokrat sepakat menjalin koalisi menuju Pilpres 2019. FOTO: HENDRA EKA/JAWA POS

eQuator.co.idJAKARTA-RK. Dukungan signifikan diraih oleh Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya Prabowo Subianto. Pertemuan berdurasi hampir tiga jam antara dirinya dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menghasilkan perkembangan positif. SBY menyampaikan secara gamblang bahwa capres yang diusung Partai Demokrat dalam pilpres 2019 adalah Prabowo.

Dengan sisa waktu menuju pendaftaran pilpres yang dibuka lima hari lagi, sudah ada syarat yang cukup bagi pencalonan Prabowo dalam pilpres. Dalam pertemuan kedua Prabowo-SBY yang kali ini digelar di kediaman Prabowo, SBY menyampaikan pernyataan tegas atas dukungan Partai Demokrat kepada Prabowo.

”Kalau masih ada diskusi apakah pak Prabowo calon presiden atau tidak. Kami datang, dengan satu pengertian bahwa pak Prabowo adalah calon presiden kita,” kata SBY, disambut tepuk dan sorak para pengurus Partai Gerindra dan Partai Demokrat yang hadir dalam pertemuan itu, kemarin (30/7).

Pertemuan antara SBY dengan Prabowo dimulai sekitar pukul 10 pagi dan berakhir sekitar pukul 13.00. SBY hadir didampingi sejumlah pengurus teras Partai Demokrat seperti Wakil Ketua Umum Syarief Hasan, Nurhayati Ali Assegaf, Djafar Hafsah, dan Sekretaris Jenderal Hinca Panjaitan. Kali ini, SBY tidak mengikutsertakan Agus Harimurti Yudhoyono untuk bertemu Prabowo. SBY hanya didampingi putera keduanya yang juga Ketua Fraksi Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono.

SBY menyampaikan bahwa dalam pertemuan kedua itu, sejumlah pembicaraan dilakukan lebih mendalam. Jika pada saat pertemuan pertama, dirinya menyatakan kemungkinan Demokrat dan Gerindra akan berkoalisi, saat ini kemungkinan itu makin menjadi kenyataan. SBY tidak menampik peluang kerjasama kedua partai, dalam upaya perbaikan RI untuk lima tahun  ke depan.

”Dulu pertemuan terbuka lebar kemungkinan berkoalisi, hari ini saya katakan pintu itu makin lebar,” jelasnya.

SBY menyatakan, dalam pertemuan itu, banyak masalah bangsa yang dibicarakan. Namun, hal yang menjadi prioritas adalah menyelesaikan masalah yang menimpa rakyat, apabila dipercaya memimpin nanti. Partai Demokrat dalam hal ini menyerahkan kepada Prabowo untuk bisa mengambil keputusan, termasuk dalam menentukan figur calon wakil presiden.

”Saya sebagai pemimpin Partai Demokrat menyerahkan sepenuhnya kepada pak Prabowo, yang penting rakyat memberikan dukungan yang kuat. Visi dan misi saya kira juga tidak usah panjang lebar dan muluk-muluk, nanti janjinya malah tidak ditepati dan rakyat akan ingat terus,” ujar SBY.

Prabowo menyatakan bahwa pertemuan itu membahas secara rinci kerjasama koalisi, tidak hanya dua partai tapi juga mengajak partai lain. Prabowo menyebut bahwa SBY meminta dimulainya penyusunan visi dan misi pencalonan presiden. Prabowo juga menegakasn kembali sikap SBY, yang tidak menuntut satu nama tertentu dalam pemilihan figur cawapres.

”Ini merupakan kehormatan bagi saya. Nanti pemilihan cawapres akan kami bicarakan lebih lanjut,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, komunikasi lanjutan untuk membahas koalisi dan cawapres akan terus berlanjut. Dirinya mematok selambat-lambatnya hingga 9 Juli mendatang, komunikasi koalisi akan memastikan figur capres dan cawapres yang akan diusung. ”Sepuluh hari ke depan kami harus mencermati dan teliti dengan pertemuan yang intensif,” tandasnya.

Hanya berselang dua jam, sekitar pukul 15.00 WIB Prabowo tiba di kantor DPP PKS. Kedatangannya adalah untuk bertemu dengan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri dan Presiden PKS Sohibul Iman, membicarakan hasil pertemuan dengan SBY dan rekomendasi Ijtima GNPF, yang merekomendasikan pasangan Prabowo dengan Salim.

Sekitar satu jam bertemu, Sohibul menyatakan bahwa pertemuan itu memang membahas dua hal itu. Secara prinsip, Prabowo menyampaikan telah menerima rekomendasi GNPF, yang mengajukan pasangan Prabowo-Salim dan Prabowo-Ustadz Abdul Somad. ”Untuk selanjutnya akan dilakukan komunikasi dengan partai yang terlibat di Ijtima. PKS dan Gerindra akan bertemu PAN,” kata Sohibul.

Sohibul juga menyambut positif hasil pertemuan Prabowo dengan SBY. Komitmen PKS adalah memperkuat komunikasi dengan Partai Demokrat. ”Dengan demikian koalisi harus diperluas dengan menerima Demokrat,” kata Sohibul.

Di sisi lain, Prabowo menyatakan dua nama yang menjadi rekomendasi Ijtima Ulama GNPF akan masuk dalam pembahasan. Meski begitu, sesuai komitmennya, masukan dari Partai Demokrat juga menjadi bagian yang tak terpisahkan. ”Pandangan Demokrat akan kami perhatikan,” kata Prabowo di kantor DPP PKS.

Prabowo menyebut pembahasan terkait figur harus dilakukan hati-hati. Setiap rekomendasi akan dipelajari hingga di setiap klausul, untuk dicari kesepakatan. Prabowo juga mengapresiasi munculnya jajak pendapat publik, terkait pilihan capres cawapres hasil rekomendasi GNPF Ulama. ”Mekanisme di Indonesia itu lewat parpol. Kami hargai jajak pendapat. Tapi keputusan tetap melalui parpol,” ujarnya.

Dikonfirmasi, Salim tidak banyak berkomentar terkait rekomendasi GNPF Ulama yang mendorongnya sebagai cawapres Prabowo. Secara pribadi, Salim menyatakan siap. Namun, justru Salim lebih cenderung mendorong Abdul Somad maju sebagai cawapres. “Saya gak tahu kenapa dicalonkan. Menurut saya Ustadz Somad cukup layak ya, saya sudah kenal cukup lama,” ujarnya.

Tak cukup disitu, pertemuan lanjutan koalisi di luar pemerintah kembali berlanjut malam harinya. Kali ini, Sohibul bertemu dengan SBY di hotel Gran Melia, Jakarta. Pertemuan yang berlangsung sejak pukul 20.00 WIB itu membahas seluruh dinamika yang berkembang dari dua pertemuan sebelumnya.

Dalam pertemuan itu, SBY berbicara empat mata dengan Salim. Selama 1,5 jam bertemu, Salim menyebut pertemuannya dengan SBY mengingatkan pada kebersamaan Demokrat dan PKS di pemerintahan SBY. “Ini nostalgia, saya merasakan ikatan batin yang sangat kuat,” kata mantan Menteri Sosial itu.

Salim menilai masuknya Partai Demokrat membuat koalisi makin kuat. Sebab, ada titik pandang yang sama dalam melihat masalah bangsa. Salim juga mengapresiasi keputusan SBY yang telah memutuskan pencalonan Prabowo sebagai capres.

“Saya mengapresiasi pak SBY yang telah mencalonkan pak Prabowo, cara pandang itu memiliki satu harapan ke depan,” kata Salim.

Salim menambahkan, posisi capres dari koalisi PKS, Demokrat, Gerindra dan PAN nampaknya sudah mengerucut pada sosok Prabowo. Untuk posisi cawapres, sudah ada rekomendasi dari Ijtima Ulama, yang mengajukan dirinya bersama Abdul Somad. Namun, Salim memastikan rekomendasi itu bukan harga mati.

“Karena kami berempat, kami cari yang terbaik untuk bangsa,” tandasnya.

SBY di kesempatan yang sama memuji PKS sebagai mitra koalisi yang amanah. Sejak dirinya maju di pemilu 2004, PKS sudah hadir memberikan dukungan hingga periode kedua kepemimpinan.

“Jika kami ditakdirkan kembali bersama, insya Allah jika kami lurus, masyarakat akan memberi dukungan, Allah akan memberi pertolongan,” kata SBY.

Menegaskan pertemuannya dengan Prabowo, SBY menyatakan bahwa posisi cawapres diserahkan sepenuhnya kepada Ketum Partai Gerindra itu. SBY menyebut Prabowo diminta untuk melakukan analisa, perhitungan, untuk menentukan figur cawapres terbaik. “Tentunya membuat koalisi ini akan solid, saya yakin capres akan mengkomunikasikan pada koalisi,” kata SBY.

Terpisah, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mengatakan, partai koalisi Jokowi masih menunggu dinamika politik yang terjadi di kubu oposisi. Menurut dia, pihaknya belum bisa memetakan kekuatan lawan. Sebab, sampai sekarang koalisi penantang belum terbentuk.

Capres-cawapres pun belum jelas siapa yang akan diusung. Apakah koalisi penantang akan menjadi ancaman bagi Jokowi? Tentu, tutur dia, hal itu bergantung kepada calon yang diusung kubu Prabowo Subianto dan rekan koalisinya.

Jadi, lanjut dia, koalisi Jokowi pun belum mengambil langkah apa pun untuk melakukan antisipasi dalam menghadapi lawan politiknya. “Kalau capresnya Rhoma Irama berat itu,” ucapnya lantas  terkekeh.

Terkait dengan cawapres Jokowi, Muhaimin mengatakan, partainya masih memberikan kesempatan kepada Jokowi untuk memilih siapa yang terbaik dari beberapa calon yang disodorkan. “Pak Jokowi bisa membanding-bandingkan mana yg paling baik,” kata dia usai menerima dukungan dari Laskar Santri Jabar yang melakukan long march dari Banjar sampai Jakarta di kantor DPP PKB Jalan Raden Saleh kemarin (30/7).

Tentu, PKB berharap Muhaimin yang dililih sebagai cawapres Jokowi sesuai dengan harapan para santri. Menurutnya, dia akan bekerja keras memperjuangkan aspirasi dan cita-cita santri. “Semoga doa para santri dikabulkan,” ungkapnya. (Jawa Pos/JPG)