Say No to LGBT

TOLAK LGBT. Puluhan mahasiswa dari berbagai elemen berunjukrasa menolak LGBT di Bundaran Tugu Digulis Untan Pontianak, Jumat (12/2) sore. OCSYA ADE CP

eQuator.co.id – Pontianak-RK. Penolakan terhadap kelompok Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) di berbagai daerah, diikuti mahasiswa Kalbar. Mereka melakukan aksi penolakan di Bundaran Tugu Digulis Untan Pontianak, Jumat (12/2) sore. Say no to (katakan tidak) LGBT.

Mereka yang tergabung dalam aksi diantaranya, puluhan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Untan, BEM Fakultas Pertanian Untan‎, KAMMI Komisariat Untan‎, BKMI Untan dan LDK Al Ilham IKIP serta Forum Silahturahmi Lembaga Dakwah Kampus Indoensia. Aksi ini berjalan lancer, meski terjadi kepadatan arus lalu-lintas. Tampak pula kepolisian dari Polsek Pontianak Selatan melakukan pengawalan ketat jalannya aksi.

Koordinator aksi penolakan LGBT, Adi Sutrisno menuturkan, unjuk rasa ini merupakan kesepakatan bersatu, digagas segenap elemen mahasiswa yang terdiri dari KAMMI Komisariat Untan, Kader KAMMI sekota Pontianak, Puskomda Kalbar, LDF/LDK sekota Pontianak, BEM se Untan dan BEN IKIP Pontianak.

Dikatakannya, LGBT itu merupakan penyimpangan gaya hidup dan penyakit sosial yang viral mendunia.

“Kelompok LGBT ini, sekarang sudah berhasil menghimpun dan membentuk sebuah komunitas dengan melakukan gerakan perekrutan, penetrasi dan penyebaran pemahaman. Makanya aksi penolakan ini kami lakukan. Kami juga mengajak semua masyarakat menolak,” kata Adi.

Selain itu, ditegaskan Adi, kelompok LGBT ‎ini sudah sangat berbahaya bagi bangsa Indonesia. Lantaran bertentangan dengan nilai budaya bangsa dan nilai Pancasila. Aksi ini dikatakan Adi, juga menjadi tugas pokok setiap elemen bangsa, demi menjaga bangsa Indonesia agar terhindar dari budaya menyimpang seperti LGBT.

“Tak hanya itu, kelompok LGBT juga dinyatakan sangat bertentangan dengan norma agama, lantaran merubah fitrah atau jati diri atau menyukai sejenis. Jika LGBT dibiarkan, maka akan dapat menyebabkan budaya luhur, norma agama dan cita-cita peradaban bangsa Indonesia serta angka pertumbuhan jumlah penduduk terancam hancur,” tegasnya.

Adi juga menuturkan, berdasarkan kajian dari para ahli, individu LGBT termasuk orang dengan masalah kesehatan jiwa (ODMK)‎. Artinya berpotensi tinggi masuk ke dalam gangguan jiwa. Ia juga menolak keras jika golongan ini sampai masuk ke kampus.

“Makanya, gerakan LGBT harusnya dilarang keras dan tak boleh masuk ke kampus. Karena akan merusak moral generasi bangsa. Sebab, kampus merupakan lingkungan pembentukan karakter dan penjaga moral bangsa, semestinya harus bisa menjaga betul nilai-nilai asusila dan luhur bangsa Indonesia,” tegas Adi.

Laporan: Ocsya Ade CP

Editor: Hamka Saptono