Sate Seponti, Rasa Pejabat Harga Merakyat

Nikmat. Pengunjung menikmati sate Seponti yang sudah dikenal nikmat rasanya oleh masyarakat luas. Kamiriluddin/RK.

eQuator.co.id – Sukadana-RK. Asap putih tebal mengepul di tengah-tengah warung yang berjejer di Pasar Seponti Jaya, Kabupaten Kayong Utara. Anehnya, dari sekian banyak pintu warung yang semuanya berbahan dasar papan, hanya warung yang mengepul asap putih terlihat banyak warga yang keluar masuk serta berkerumun di sekitar asap yang dikipas menggunakan kipas anyaman tikar itu.

Asap tersebut ternyata berasal dari sate yang dibakar oleh pekerja warung sate Bapak Siam yang terletak di Kecamatan Seponti Jaya, Kabupaten Kayong Utara yang selalu diburu setiap harinya oleh pelanggan.

Agaknya tak berlebihan menjuluki usaha sate Bapak Siam itu dengan sebutan rasa pejabat harga merakyat. Bagaimana tidak, mantan Bupati Kayong Utara, H Hildi Hamid saja selalu menyempatkan waktu untuk makan daging yang ditusuk dan dibakar ini jika berkunjung ke Kecamatan Seponti. Bahkan tamu serta pejabat penting juga sering diajak untuk merasakan enaknya masakan daging yang dibakar serta dilumuri bumbu kacang ini. Dengan harga sangat terjangkau yaitu Rp20 ribu per porsi.

“Biasanya saya menghabiskan hingga 2.000 tusuk sate dalam satu hari. Sedikitnya 40 kilogram daging ayam setiap harinya yang harus saya siapkan,” cerita Pak Siam ketika disambangi di tempat usaha satenya, baru-baru ini.

Usaha yang sudah digelutinya sejak tahun 1990-an itu tidak pernah sepi pengunjung. Tak hanya warga setempat, bahkan dari luar Kayong Utara juga sering mengunjungi usaha sate Pak Siam yang kental berdialek Jawa ini.

“Dulu itu tidak hanya ada sate ayam, tapi juga ada sate kambing. Tapi cari daging kambingnya yang sulit, makanya sekarang hanya ada sate ayam saja,” tutur pria paruh baya ini.

Salah seorang pengunjung dari Sukadana, Fauzi mengungkapkan, sate Pak Siam berbeda dengan sate yang biasa ia makan. Daging ayam yang tebal dibakar di atas api yang tidak terlalu besar, sehingga membuat kematangan daging ayam menjadi pas.

“Dagingnya tidak terlalu gosong. Pokoknya pas mateng dagingnya,” tuturnya.

Sambil menyantap sate Pak Siam, dirinya mengakui yang paling berbeda dan paling enak adalah bumbu kacang yang kental dan gurih. Apalagi aroma rempah yang khas dari bumbu kacang tersebut.

“Bumbu kacangnya itu sangat terasa. Ditambah lagi tekstur dagingnya empuk serta ketupatnya yang lembut, sehingga membuat sate Pak Siam menjadi pilihan,” terangnya. (lud)