Santunan Sentuhan untuk Guru Ngaji

Pemkab Transfer Dana ke Kecamatan

9
GURU NGAJI. Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc bersama para guru ngaji, usai penyerahan santunan di Aula Kantor Bupati Sambas, Kamis (29/11). Shanti Humas dan Protokol Setda Sambas for Rakyat Kalbar.

eQuator.co.id – Sambas-RK. Sebagai orang terbaik di muka bumi, guru ngaji mendapat perhatian dari Pemkab Sambas berupa pemberian insentif. Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc menyebut bantuan tersebut sebagai ‘Santunan Sentuhan’ yang diberikan melalui kecamatan.

Dihadapan 193 guru ngaji penerima santunan, Bupati mengatakan, posisi guru ngaji sungguh mulia. “Guru ngaji adalah orang terbaik dimuka bumi. Itu bukan kata saya, tetapi sabda Rasulullah SAW,” kata Bupati.

Dikutip dari rilis Bagian Humas dan Protokol Setda Sambas, penyerahan insentif dilakukan di Aula Atas Kantor Bupati Sambas, Kamis (29/11). Penyerahan disaksikan Camat Sajad, Camat Sebawi, perwakilan Camat Sejangkung dan perwakilan Camat Sambas.

Atbah menuturkan, berdasarkan sabda Rasulullah diterangkan betapa mulianya guru ngaji, dimana satu hadist Rasulullah tersebut sudah cukup menegaskan kemuliaan tersebut. “Rasulullah bersabda, ‘Sebaik-baik kalian dimuka bumi itu adalah yang belajar Alquran dan mengajarkannya,” ungkapnya.

Membaca satu huruf Alquran saja, kata Bupati, mendapat kebaikan dari Allah SWT, termasuk yang mengajar Alquran, dimana setiap hurufnya bernilai kebaikan. “Masih hadis Rasulullah SAW, bahwa Alif Lam Mim itu bukan satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf, Mim satu huruf. Berapa banyak kebaikan yang dapat kita peroleh melalui belajar dan mengajarkan Alquran,” jelasnya.

Bupati mendoakan para guru ngaji mendapatkan banyak keberkahan, termasuk umur yang berkah. Atbah juga menginginkan para camat dan desa turut memberikan perhatian untuk guru-guru ngaji yang belum tersentuh santunan dari Pemkab. “Karena mereka ini mulia dan terbaik dimuka bumi, sudah sepantasnya kita memberikan perhatian. Contoh yang bisa jadi perhatian kecamatan dan desa adalah aspek kesehatan hingga kebutuhan pokok mereka. Semoga kedepan ini bisa kita sentuh,” harapnya.

Pemkab sampai saat ini tidak bisa berbuat banyak untuk memuliakan para guru ngaji. Pemberian honor atau insentif ala kadarnya itu, lebih disebut Bupati Sambas sebagai santunan sentuhan. “Saya pribadi inginnya memberikan dengan jumlah yang banyak untuk para guru ngaji. Bila perlu lebih besar dari gaji Bupati. Tapi karena keterbatasan anggaran, saya berharap para guru ngaji tetap bersyukur dengan sentuhan yang sedikit ini,” ungkapnya.

Atbah mewacanakan akan mengumpulkan para penghafal Alquran, guru ngaji, hingga lebay atau amil. Sebab, peran mereka sangat penting untuk mendapatkan perhatian. “Ini agar negeri kita mendapat banyak keberkahan Allah Subhanahu Wa Ta’Ala. Dijauhkan dari maksiat, hingga beragam bencana. Khalifah Umar bin Khattab memberikan gaji terbesar bagi para penghafal Alquran,” tuturnya.

Sementara itu, Kabag Kesejahteraan Setda Kab Sambas, Fery Satriansyah mengatakan, tahun ini, Pemkab Sambas melalui unit kerjanya mengalokasikan santunan dalam bentuk honor insentif bagi para guru ngaji. “Kita alokasikan 193 desa. Ini sesuai dengan jumlah desa di Kabupaten Sambas. Masing-masing desa, kita alokasikan satu orang guru ngaji,” ungkapnya.

Teknis bantuan tersebut mengikuti mekanisme aturan pengelolaan keuangan terbaru. Penyerahan santunan, jelas Fery, menggunakan sistem transaksi non tunai. “Jadi santunan ini tidak kita serahkan secara tunai, melainkan non tunai. Yakni dana dari Pemkab ditransfer terlebih dahulu ke rekening kecamatan. Para guru ngaji nanti mengambilnya di kecamatan,” pungkasnya.

 

Reporter: Sairi

Editor: Yuni Kurniyanto‎