Santri Ponpes Mathla’ul Anwar Siap Berlaga dalam KBN MA

13
IKUTI KBN MA. Kontingen santri Ponpes Mathla'ul Anwar Kota Pontianak siap mengikuti KBN MA--Rahmatullah for RK

eQuator.co.id – Pontianak-RK. Sebanyak 25 santri Pondok Pesantren Mathla’ul Anwar Kota Pontianak siap berlaga dalam kegiatan Kemah Bakti Nasional Mathla’ul Anwar (KBN MA) se-Indonesia di Pandeglang, Banten. Para santri terdiri dari 13 putra dan 12 putri.
“Ini semua santri asal dari Kalbar. Mereka mewakili Pondok Pesantren Mathla’ul Anwar. Saya berpesan akhlakul karimah harus dijunjung tinggi. Harus sportifitas menerima baik kemenangan atau kekalahan,” ujar Pimpinan Pondok Pesantren Mathla’ul Anwar Kota Pontianak, Kyai Rahmatullah, Jumat (31/8).
Dia berharap, para santri dapat menjaga apa yang sudah diberikan atau disampaikan. Serta bisa menerapkan dan mengimpelementasikan apa yang dipelajari dalam mengikuti perkemahan itu.
Untuk diketahui, Pondok Pesantren Mathla’ul Anwar Kota Pontianak yang beralamat di Jalan Pak Benceng itu mengikuti KBN MA berdasarkan surat langsung dari Pengurus Besar Mathla’ul Anwar. Tema yang diusung adalah Pramuka Mathla’ul Anwar Mengabdi Untuk Negeri. Yang mengikuti KBN MA adalah santri Aliyah. Dengan melaksanakan seleksi internal.
Berdasarkan surat itulah, kata dia, Pondok Pesantren Mathla’ul Anwar Kota Pontianak mengutus santri terbaik mereka.
“Jadi yang representatif, yang kita kirim. Santri yang berprestasi dan berpengalaman,” ujarnya.
Rahmatullah menceritakan, khusus ekstra kurikuler pramuka, di Pondok Pesantren Mathla’ul Anwar banyak menorehkan prestasi. Untuk tingkat nasional saja pernah masuk dalam kategori lima besar se-Indonesia. Itu dalam kegiatan Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) di Banjarmasin dua tahun lalu. “Prestasinya besar, kita masuk ke lima dari 35 Provinsi,” ucapnya.
Dengan adanya KBM MA, Rahmatullah berharap semua para peserta yang mengikutinya bisa menanamkan semangat anak muda. Dan santri lebih mengenal keanekaragaman dari semua suku yang ada di sana. “Tentunya berbuat untuk negeri. Itu yang penting,” pesan Rahmatullah. (lid)