Sambaran Petir Dini Hari Ratakan Rumah Kayu Sarimah

DISAMBAR PETIR Sarimah, 27, bersama anaknya memandangi puing-puing rumahnya yang rata dengan tanah, usia disambar petir, Kamis pagi (16/5). Andi Ridwansyah/Rakyat Kalbar.

eQuator.co.id – PONTIANAK-RK. Sarimah, 27, hanya bisa pasrah meratapi rumah kayu miliknya yang berukuran 4 x 6 meter, telah rata dengan tanah usai disambar petir, Kamis (16/5) sekitar pukul 03.00 WIB.

Peristiwa tersebut membuat trauma mendalam baginya. Bagaimana tidak, saat kejadian dia hanya tinggal bersama dua anaknya yang masih kecil, yakni Ismawati, 9,dan Haidar,2. Sedang sang suami sedang bekerja diluar kota.

Sarimah melihat dan merasakan langsung, kuatnya petir menyambar tepat di bagian dapur rumahnya.  Dia mengungkapkan, kejadian tersebut diawali dengan cuaca buruk yang melanda Kota Pontianak dan sekitarnya. Dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, cuaca kala itu sedang angin kencang.  Sekitar pukul 01.30 WIB, hujan mulai mengguyur kawasan sekitar rumahnya. Intensitas sedang yang semakin lama semakin deras diiringi gemuruh petir beberapa kali melanda kawasan Jalan Panca Bhakti, Gang Keluarga, Kelurahan Batu Layang, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak. “Puncaknya  jam 02.30 sampai 03.00, saya merasa petir dua kali sangat keras, terutama yang kedua,” ungkapnya saat ditemui wartawan, Kamis (16/5) siang.

Sambaran petir yang pertama, menurut Sarimah, tidak terlalu keras. Namun tetap membuat dia gemetar dan dilanda ketakutan. ” Sambaran kedua benar-benar membuat saya terkejut, karena saya melihat dan merasakan langsung petir itu menyambar dapur rumah dan langsung menimbulkan percikan api,” paparnya.

Dia melanjutkan, saat kejadian, kedua anaknya masih tertidur pulas. Dia yang melihat adanya percikan api dari arah luar dapur, langsung membalut kedua anaknya dengan selimat. Membopong anak-anaknya, Sarimah langsung  bergegas keluar dari rumah menyelamatkan diri. “Setelah petir kedua itu, saya lihat ada api di dapur. Saya langsung meraih kedua anak saya yang sedang tidur. Haidar, saya tutupi selimut dan keluar dari rumah,” ujarnya.

Dia langsung berlari menuju rumah ibu kandungnya yang berada tak jauh dari rumahnya. Meneros hujan, Sarimah setengah berlari sejauh 150 meter.

Tak ada barang berharga yang  dapat dia selamatkan. Bahkan untuk mengambil baju anaknya, Sarimah sudah tak mampu. “Tak ada rumah lain yang terkena dampak petir, karena rumah saya terletak di tengah, adapun jaraknya cukup jauh, sehingga apinya tak sampai menjalar. Sementara untuk harta benda, tak ada yang bisa diselamatkan,” tambahnya.

Sarimah mengatakan, berbagai instansi pemerintah telah datang berkunjung untuk meninjau kondisi rumahnya. Mulai dari Poslek Pontianak Utara, Kantor Lurah Batu Layang, Kantor Camat Pontianak Utara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan juga Wali Kota Pontianak.

Dia sangat  berharap, ada bantuan atas musibah yang dialaminya. Mengingat kejadian ini bukanlah suatu hal yang disengaja dan murni karena fenomena alam. “Kita tidak pernah tahu bisa seperti ini. Kita kalau disuruh milih, tentu tidak mau kejadian seperti ini,” tuturnya.

Akibat musibah ini, anak perempuannya Ismawati yang saat ini masih duduk di kelas 3 sekolah dasar (SD) harus rela tak bersekolah, lantaran seragam sekolah dan bukunya ludes terbakar.

Dia telah menghubungi suaminya, menceritakan apa yang dialaminya bersama keluarga kecilnya itu. “Ketika saya telepon suami, dia nangis, ya namanya juga kepala keluarga, terlebih jauh dari rumah, pastilah mikirkan anak dan istrinya. Tapi sekarang dia sudah di jalan, pulang ke Pontianak,” jelasnya.

Terpisah, Kapolsek Pontianak Utara, Kompol Abdullah Syam mengatakan, kejadian tersebut murni karena alam. Dia juga memastikan, tidak ada korban jiwa akibat musibah tersebut. Sementara untuk kerugian materil yang harus ditanggung oleh pemilik rumah, ditaksir sekitar Rp20 juta. “Tidak ada korban jiwa korban jiwa, ibu dan anaknya selamat,” katanya saat dikonfirmasi Rakyat Kalbar via WhatsApp, Kamis (16/5) siang.

Abdullah melanjutkan, guna meringankan beban korban, pihaknya saat ini juga ikut  memberikan bantuan sembako dan pakaian guna membantu korban. “Bantuan tersebut merupakan hasil yang dikumpulkan oleh jajaran kepolisian Polsek Pontianak Utara,” pungkasnya.

 

Laporan: Andi Ridwansyah

Editor: Yuni Kurniyanto