Saling Menjaga Keamanan Kalbar

Karolin-Gidot dan Midji-Norsan Hadiri Silaturahmi Forkopimda

32
DEKLARASI KAMTIBMAS. Karolin-Gidot dan Sutarmidji-Norsan secara bersama-sama mendeklarasikan untuk menjaga Kamtimbmas di Pendopo Gubernur Kalbar, Rabu (4/7). Andi Ridwansyah-RK
DEKLARASI KAMTIBMAS. Karolin-Gidot dan Sutarmidji-Norsan secara bersama-sama mendeklarasikan untuk menjaga Kamtimbmas di Pendopo Gubernur Kalbar, Rabu (4/7). Andi Ridwansyah-RK

eQuator.co.idPontianak-RK. Pencoblosan pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Kalbar telah usai. Tinggal menunggu penetapan rekapitulasi hasil perhitungan suara oleh KPU Kalbar.

Mendekati penetapan, atmosfer semakin panas. Melihat situasi ini, digelar silaturahmi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalimantan Barat di Pendopo Gubernur Kalbar, Rabu (4/7). Kegiatan dihadiri Pj Gubernur Kalbar Dodi Riaydmadji, Kapolda Kalbar Didi Haryono, Pangdam XII/Tpr Mayjend TNI Ahmad Supriyadi, sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh lintas agama. Tampak hadir dua pasangan calon (Paslon) Gubernur-Wakil Gubernur Kalbar. Yaitu Paslon nomor urut 1 Karolin Margret Natasa – Suryadman Gidot dan nomor urut 3 Sutarmidji – Ria Norsan.

Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB itu dibalut berbalut kebudayaan dan persatuan. Pembawa acara satu persatu menggenakan pakaian tiga etnis. Yakni Melayu, Dayak, dan Tionghua. Silaturahmi tersebut menyepakati menjaga situasi Kalbar tetap aman dan kondusif.

Puncak kegiatan, Paslon Karolin-Gidot dan Midji-Norsan secara bersama-sama mendeklarasikan untuk saling menjaga situasi dan Kamtibmas di Kalbar. Mengajak seluruh masyarakat bersabar menunggu hasil pleno rekapitulasi pemungutan suara yang dilakukan KPU Kalbar.

Penjabat (PJ) Gubernur Kalbar Dodi Riyadmadji mengatakan, pemungutan suara sudah dilakukan. Kesepakatan ini sangat baik dan strategis sebagai upaya pengamanan Pilkada Kalbar.

“Ada proses quick count dan dalam waktu tidak terlalu lama lagi akan segera dibuat putusan KPU Kalbar,” tuturnya.

Selama masa menunggu putusan KPU ini tentu banyak isu yang tersebar. Terutama melalui media sosial yang bertujuan untuk mempengaruhi pikiran masyarakat. Apabila tidak disikapi secara dewasa, isu negatif itu merupakan bibit penyebab terjadinya kontra. “Oleh karena itu, saya berbangga kepada semua yang hadir di sini. Untuk sama-sama bersepakat mendinginkan suasana,” ucapnya.

Ketika nanti telah diputuskan KPU, semua kandidat bersepakat untuk jawabannya. Karena ini sudah menjadi konsekuensi berkontestasi. Jika suasana kondusif terus terjaga, maka bisa menarik investor luar. “Seluruh tokoh-tokoh juga dapat membantu mendinginkan suasana Pilkada di Kalbar,” ajaknya.

“Perangi hoax. Menuju Kalbar yang lebih sejahtera di masa depan,” timpal Dodi.

Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono menuturkan, silaturahmi Forkopimda  ini dalam rangka mengawal rangkaian Pilkada yang telah mulai sejak 15 Ferbuari.
“Kita bersyukur penyelenggaraan Pilkada 27 Juni kemarin berjalan aman dan lancar. Ini menjadi kebanggan kita semua,” ujarnya.
Hasil evaluasi, Kalbar merupakan salah satu wilayah yang paling aman dan sukses dalam pelaksanaan Pilkada. Ini dapat dilihat dari indek partisipasi masyarakat dalam memberikan hak suaranya. Dalam perspektif kepolisian, tingkat partisipatif dapat dilihat dari peran elemen masyarakat yang menginginkan Pilkada Kalbar berjalan aman dan damai.

“Suksesnya Pilkada 2018 adalah bentuk kontribusi masyarakat, dan merupakan pondasi yang kokoh, guna untuk melanjutkan pembangunan nasional demi kesejahteraan kita semua,” paparnya.
Didi menuturkan, silaturahmi tersebut semacam penyampaian kesepakatan kepada seluruh masyarakat bahwa Kalbar memang kondusif. “Pelaksanaan Pilkada memang banyak lika liku, namun kita harus bisa lalui dan sampai pada tujuan,” lugasnya.
Dalam pesta demokrasi  sudah pasti ada yang terpilih dan tidak terpilih. Bagi yang terpilih, dapat membangun dan melanjutkan pembangunan.  Melihat Pilkada Kalbar lancar dan sukses, tentu  investor baik dalam maupun luar negeri. “Di era globalisasi ini, kondisi Kalbar pasti juga dipantau,” ucap Didi. Dia mengajak semua pihak menjalin kesepakatan bersama untuk menjamin stabilitas Kambtibmas agar kondusif.
Pangdam XII/Tpr Mayjen TNI Ahmad Supriyadi optimis hingga pleno penetapan KPU nanti dapat berjalan aman. Kendati demikian, dia mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi berita-berita di media sosial yang justru tidak ada kaitannya dengan Pilkada serentak. Kejadian lalu telah menyebar ke Medsos yang mengatakan bahwa situasi dan kondisi Landak tidak aman. “Padahal tidak seperti itu,” ujarnya.

Isu itu dilakukan orang-orang yang tidak bertangung jawab ini akan memperkeruh suasana Pilkada Kalbar. Jika ada pelanggaran hukum, segera dilaporkan ke kepolisian. “Saya mengimbau seluruh elemen masyarakat Kalbar agar menyelesaikan tahapan Pilkada ini sesuai ketentuan,” pesannya.

Pascapenetapan KPU, dia juga mengharap para tim Paslon dan masyarakat pendukung untuk menghormati apapun pilihan rakyat.

“Mari kita hormati rakyat sudah memberikan pilihan. Apapun hasilnya nanti semua berawal dari pilihan rakyat,” serunya.

Melalui pertemuan ini kata dia, semua masyarakat bisa menilai bahwa tidak ada permasalahan antar-Paslon. Untuk itu, masyarakat jangan mengambil sikap secara sendiri.
“Serahkan semua kepada aparat penegak hukum. Saya siap untuk memberikan apa saja untuk mengamankan Kalbar,” tegas Pangdam.

Ketua KPU Kalbar Ramdan mengapresiasi kegiatan silaturahmi tersebut.  Pj Gubernur, Polri, TNI, Paslon dan semua seluruh elemen masyarakat benar-benar memiliki tekad yang sama untuk menciptakan kondusivitas di Kalbar. “Menjaga suasana yang saat ini sudah benar-benar kondusif di Kalbar,” tukasnya.

Dia bersyukur, Pilkada serentak di Kalbar dapat berjalan aman, lancar dan kondusif. Ini merupakan kerja keras para pemangku kepentingan di Kalbar. Pihaknya pun akan terus berkoordinasi dengan aparat keamanan dalam kesiapan pleno rekapitulasi perhitungan suara nanti.

“Tidak ada permintaan khusus dari KPU terkait keamanan. Insy Allah kita siap untuk rekapitulasi dan sekaligus keamanannya,” tutup Ramdan.

 

Laporan: Andi Ridwansyah, Rizka Nanda

Editor: Arman Hairiadi