Sabu di CD Ibu Rumah Tangga

Antik Kapuas Ungkap 5 Kasus

KETERANGAN PERS. Kapolres Mempawah memberikan keterangan pers terkait Operasi Antik Kapuas 2019 di wilayah hukumnya, Selasa (5/11). Alfi Sandy-RK

eQuator.co.id – MEMPAWAH-RK. Hanya 13 hari, Operasi Antik Kapuas 2019 mengungkap lima kasus narkotika di wilayah hukum Polres Mempawah. Dari lima tersangka disita 50,41 gram sabu yang sudah menjalar hingga pedesaan.

“Khusus tersangka KAM, pengungkapannya terbilang unik. Dia ditangkap saat berada di Padang Tikar, tujuannya ke Batu Ampar. KAM membawa narkotika dari Kota Pontianak yang disembunyikan di celana dalam,” ungkap Kapolres Mempawah AKBP Didik Dwi Santoso,S.Ik dalam keterangan pers di Mapolres, Selasa (5/11).

Dalam jumpa pers itu dihadirkan tiga dari lima tersangka yang diamankan dalam Ops Antik Kapuas 2019 pada 21 Oktober-3 November. Yang diamankan empat lelaki yakni KAS, RO, HEN, AS, dan seorang perempuan, KAM, yang berstatus ibu rumah tangga (IRT).

Didik merinci, tersangka KAS ditangkap di Kecamatan Anjongan dengan barang bukti sabu 23,64 gram. RO di Sungai Pinyuh dengan bukti 5,61 gram shabu. Lantas tersangka HEN dicokok di Segedong dengan 1,16 gram sabu, AS di Sungai Pinyuh dengan barang bukti sabu 7,26 gram. Dan tersangka KAM yang kedapatan membawa 12,74 gram sabu.

Dijelaskan Kapolres, KAM diendus petugas dari informasi warga. Ada dugaan jaringan barang haram yang akan masuk melalui pelabuhan speedboat Padang Tikar. Petugas mengantongi ciri-ciri pelaku. Terdeteksilah KAM yang terus dibuntuti. Begitu dia lengah, polisi bergerak cepat meringkusnya.

Tentulah KAM berkilah, polisi tak menyerah dengan sabu yang diedarkan di Kecamatan itu. Sekujur tubuh perempuan itu digeledah tapi tak ketemu barangnya. Terakhir, tinggal satu belum digeledah dan mata polisi tertuju ke situ.

Benarlah, ada barang miliknya, maksudnya barang haram berbentuk sabu di celana dalamnya. Barang bukti sabu seberat 12, 74 gram pun disita. Dari Pos Polisi Padang Tikar dia digelandang ke Mapolsek Batu Ampar.

“Dari pemeriksaan, KAM warga Jalan Tanjung Raya I, Gang Stabil, Kecamatan Pontianak Timur. Diduga dia pemasok sabu dari Pontianak dengan sasaran peredaran wilayah Padang Tikar dan Batu Ampar,” kata Kapolres.

Lima tersangka lantas dijerat dengan pasal 114 dan 112 ayat (1) dan ayat (2) dengan ancaman penjara paling rendah 5 tahun dan maksimal 20 tahun. “Kelimanya tidak terkait jaringan pengedar KAM. Tapi mereka mengaku memperoleh narkotika dari wilayah Beting, Kota Pontianak,” ujar Kapolres.

 

Laporan: Alfi Shandy

Editor: Arman Hairiadi