Rustam Pimpin IKIP PGRI

Tiga Program Prioritas Rektor Muda

89
PELANTIKAN. Pengambilan sumpah jabatan Rustam M Pd Kons saat dilantik sebagai Rektor IKIP PGRI Pontianak di ruang Aula Hadari Nawawi IKIP PGRI Pontianak—Gusnadi/RK
PELANTIKAN. Pengambilan sumpah jabatan Rustam M Pd Kons saat dilantik sebagai Rektor IKIP PGRI Pontianak di ruang Aula Hadari Nawawi IKIP PGRI Pontianak—Gusnadi/RK

eQuator.co.id – Pontianak-RK. Resmi menduduki kursi Rektor Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia (IKIP PGRI) Pontianak, berbagai tugas berat pun menanti Rustam M Pd Kons. Jabatan yang diamanahkan selama periode 2018-2022 itu, resmi diserahkan kepadanya dalam pelantikan di Aula Hadari Nawawi IKIP PGRI, Senin (21/5).

Rustam juga harus menjalankan pesan yang banyak dititipkan dari mantan Rektor serta struktur tertinggi organisasi pada saat pelantikan itu.
“Saya berharap dari apa yang dibangun, kalau itu pondasi terbaik silakan dipertahankan. Bahkan ditingkatkan,” ujar Prof Samion, mantan Rektor IKIP PGRI usai pelantikan.
Intinya lanjut Samion, Rektor sebagai pimpinan jalannya roda perguruan tinggi bisa menyatukan semua pihak sebagai mitra kerja guna mewujudkan keinginan bersama.
“Kekompakan Civitas Akademika, Rektor, Wakil Rektor, Prodi semua unsur harus bersatu. Kalau terus memupuk rasa kebersamaan, saya yakin dan percaya lembaga ini tetap jaya dan maju,” ucapnya.
Sementara Dr. Unifah Rosyidi, M. Pd, Ketua Umum PB PGRI menilai sejauh ini semenjak dibukanya IKIP PGRI hingga sekarang, perkembangannya sudah sangat jelas. Di mana ini juga tidak terlepas dari peran Samion yang memimpinnya.

Ia menegaskan hal ini agar dapat diteruskan bahkan ditingkatkan pada periode kepemimpinan yang baru. “Saya ucapkan selamat Rektor baru, sekalipun masih muda tapi tetap bersemangat membangun IKIP ini. Saya berharap transformasi ini bisa mendorong energi besar, kreativitas tinggi untuk membangun IKIP,” katanya.
Sekalipun Rektor yang terbilang masih muda, kata dia, namun pihaknya optimis IKIP PGRI di tangan Rustam turut bisa lebih maju, bisa mewujudkan target yang belum tercapai dan lain sebagainya. “Targetnya sederhana, harus lebih maju lagi dari apa yang sudah dibangun Pak Samion,” tukasnya.
Selain itu, ia menekan agar Rektor saat ini mampu membaca peluang pasar yang kaitannya pada output mahasiswa ketika selesai menumpuh studi di IKIP STKIP. Di mana pembekalan ilmu harus sesuai dengan kebutuhan kerja yang menjadi tuntutan.
“Misalnya memperhatikan pertumbuhan ekonomi baru, tenaga baru. Artinya ini tantangan bagi kampus bagaimana bisa mendefenisikan output sesuai dengan kebutuhan, merespon sosial ekonomi politik baru saat ini,” katanya.
Sementara Prof Dr. Ir H. Idianor Mahyudin, M. Si, Koordinator Perguruan Tinggi Swasta Wilayah XI Kalimantan berharap Rektor baru mampu menjalin kerja sama dengan banyak pihak terkait. Baik itu dari pengembangan keilmuan, kedisiplinan bahkan penerapkan aplikasi ilmu ke instansi maupun masyarakat secara langsung.
“Saya yakin Pak Rustam sudah siap. Tapi ini tentu perlu bimbingan seluruh pihak termasuk pengurus besar PGRI, Pemerintah, Kapolda, Pangdam, Kemenag dan yang ada kaitannya untuk menjalin kerja sama,” tuturnya.
Sementara Rustam, setelah resmi menjabat Rektor usai dilantik menyatakan, ada tiga program prioritas yang sudah dicanangkannya sebagai pimpinan bersama jajaran di IKIP STKIP. Di mana menurutnya tiga program ini dinilai sangat penting yang turut dibutuhkan dalam rentang waktu dekat ini.
“Ada tiga pilar yang harus dibangun, pertama sarana dan prasarana, kedua SDM dan ketiga akreditasi,” katanya.
Soal sarana dan prasarana yang dikejar adalah sarana olahraga. Lantaran pada tahun 2020, pihaknya menjadi tuan rumah Porsenastema. Tentu kegiatan ini diatensi betul dan dicanangkan untuk menjalin kerja sama dengan banyak pihak termasuk dinas terkait.
“Sedangkan SDM, kita sudah menyekolahkan 52 dosen program S3 yang Insya Allah awal 2019 sudah pulang. Kita juga akan membuka program S2, misalnya kalau ada 10 Program Studi mungkin bisa kita ambil dua untuk program S2-nya. Lalu Pendidikan Prefesi Guru (PPG). Proposal sudah kita buat, Rusunawa juga demikian dan mudah-mudahan terwujud,” paparnya.
Selain itu, persoalan lain yang juga harus dikejar adalah akreditasi setiap prodi masing-masing di IKIP STKIP. “Akhir bulan ini kita sudah menyampaikan program akreditasi institusi, kemudian menyusul ada 10 program studi lagi. Kita sudah membentuk tim yang dikomandoi lembaga penjamin mutu internal,” pungkasnya.

Laporan: Gusnadi

Editor: Ocsya Ade CP