RSUD SSMA Buka Pelayanan Hemodialisa dan Pemeriksaan Stroke

Terus Memberikan Pelayanan Terbaik

15
Yuliastuti Saripawan

eQuator.co.id – Pontianak-RK. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak terus berkembang demi memberi pelayanan terbaik. Saat ini, rumah sakit yang terletak di Jeruju, Kecamatan Pontianak Barat itu siap membuka pelayanan baru. Yakni Hemodialisa, yang artinya adalah terapi cuci darah di luar tubuh untuk seseorang yang ginjalnya tidak bekerja secara normal.

Bahkan, pelayanan ini tetap bisa diberikan meski pasien menggunakan BPJS.

Direktur RSUD SSMA Kota Pontianak, Yuliastuti Saripawan mengatakan, inovasi ini dilakukan karena melihat setiap tahunterjadi kenaikan jumlah penderita kencing manis dan darah tinggi hingga gagal gijal.

“Kita buka Hemodialisa karena saat ini banyak sekali pasien kita yang hipertensi, diabetes dan kearah gagal ginjal,” ujar Yuliastuti kepada sejumlah wartawan, Selasa (16/10).

Ia menjelaskan, banyak faktor yang menjadi penyebab gagal ginjal. Sehingga secara rutin atau minimal dua kali dalam sepekan, harus melakukan cuci darah. Mengakomodir hal itu, maka pihak rumah sakit menghadirkan pelayanan Hemodialisa. Masyarakat bisa melakukan cuci darah di RSUD SSMA pada 24 Oktober mendatang. Bertepatan dengan hari jadi rumah sakit yang sudah berusia enam tahun.

“Karena kebutuhan untuk cuci darah itu sangat dibutuhkan, makanya kita buka pelayanan ditahun ke enam ini,” tukasnya.

Tidak hanya prasarananya saja yang terus dikembangkan, sarana pendukung terutama tenaga medis pun turut diperkuat. Dengan memberikan kesempatan pada dokter yang dimiliki pihaknya untuk mengikuti pembelajaran secara khusus.  “Kita juga banyak pengembangan, specialis kita berikan pelatihan,” imbuh Yuliastuti.

Bersamaan dengan hari jadi ini, selain membuka pelayanan Hemodialisa pihaknya juga resmi membuka pelayanan pemeriksaan stroke. “Masyarakat bisa memeriksakan strokenya di rumah sakit kita,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Siddiq Handanu Widoyo memastikan dua pelayanan baru ini sama dengan pelayanan lainnya. Di mana masyarakat pengguna PBJS akan mendapatkan pelayanan sama di rumah sakit tanpa kelas tersebut. “Sistem pelayanan Hemodialisa tetap melayani BPJS untuk meng-cover semua bersama rumah sakit lainnya,” katanya.

Handanu menyatakan, adanya tren baru yang terjadi terhadap pasien gagal ginjal. Jika dulunya didominasi mereka kaum yang sudah berumur, maka sekarang sebagian besar adalah mereka di usia muda.

“Kasus gagal ginjal semakin tahun terus meningkat. Bukan hanya usia lanjut bahkan kita temukan dewasa sudah harus cuci darah,” ucapnya.

Penyebab gagal ginjal, kencing manis dan darah tinggi ini dikatakan Handanu, karena masyarakat yang kebiasaannya konsumtif dengan memakan makanan yang menyebabkan penyakit tersebut.

“Karena penyakit tidak menular ini belum bisa dikalahkan dengan baik seperti kencing manis dan darah tinggi. Penanganan utamanya adalah cuci darah itu,” tutupnya.

Laporan: Gusnadi
Editor: Ocsya Ade CP