RK Sambangi Disbudpar Kota Pontianak

RK Kunjungi Disbudpar. Kadisbudpar Kota Pontianak, Hilfira Hamid (dua dari kanan) menyambut kehadiran tim Rakyat Kalbar yang dipimpin M Qadhafi (dua dari kiri) saat berkunjung ke Kantor Disbudpar Kota Pontianak, Selasa (15/12). Gusnadi/RK.

eQuator – Pontianak-RK. Upaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Pontianak mempromosikan pariwisata di Kota Khatulistiwa sudah tampak dilakukan. Terbukti dengan agenda setahun ke depan yang sudah tergambarkan serta lengkap dengan beragam inovasi pada masing-masing even.
Kadisbudpar Kota Pontianak, Hilfira Hamid menjelaskan, dalam waktu dekat, sesuai momennya yakni natal dan tahun baru 2016, segala persiapan sudah dibicarakan bersama para pendukung kegiatan tersebut.
“Kalau tahun sebelumnya, kita menggunakan Tugu Khatulistiwa, tapi sekarang tidak lagi karena sedang proses pembangunan. Tapi kita fokuskan di depan Kantor Walikota dan Digulis saja,” ujar Hilfira Hamid saat menyambut kunjungan Tim Rakyat Kalbar yang berlangsung di ruang kerjanya, Selasa (15/12).
Konsepnya, lanjut Hilfira, tidaklah jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Seperti kegiatan puncak yang dimeriahkan dengan kembang api di dua kawasan tersebut sehingga semakin membuat langit-langit Kota Pontianak seperti terhiasi dengan gemerlapnya.
Kegiatan yang sudah dipetakan berikutnya yakni pagelaran Cap Go Meh pada Februari mendatang. Di mana, ia menawakan konsep yang berbeda dari tahun sebelumnya.
“Kita buat perkampungan Cina. Upaya ini sebagai langkah agar jangan sampai lari ke tempat lain. Pertimbangannya kalau ditempat lain itu penginapan mereka harganya melejit, sedangkan kita di Pontianak ini stabil. Maka pengunjung akan merasa nyaman dengan harga yang terjangkau,” paparnya.
Berlanjut Maret 2016, dalam peringatan titik kulminasi, selain sebagai bahan penelitian, pihaknya juga akan menggandeng sejumlah komunitas untuk menyalurkan aktivitasnya di kawasan Tugu Khatulistiwa.
“Kita serahkan ke komunitas-komunitas atau masyarakat yang mengadakan kegiatan, silahkan. Kita fasilitasi sesuai anggaran kita. Misalnya, sepeti lomba desain fisika dan lain sebagainya,” terangnya.
Tidak mau rangkaian kegiatan monoton itu-itu saja, Hilfira mengharapkan masyarakat yang memiliki ide brilian agar bisa disampaikan. Asalkan tidak terlepas dari konsep kearifan lokal di Kota Pontianak.
Tak kalah pentingnya, Hilfira menginformasikan bahwa pada September mendatang, pihaknya akan menggelar seminar nasional terkait fenomena alam di Tugu Khatulistiwa dengan titik kulminasinya.
“Kalau untuk tempat wisata memang tidak banyak, tidak seperti di Singkawang dan lainnya. Kita hanya fenomena alam dan sungai. Alhamdulillah, sudah ada investor yang masuk membangun Tugu Khatulistiwa,” tukasnya.

Reporter: Gusnadi

Redaktur: Andry Soe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.