Ratusan Orang Ikut Sistem Cepat Hapal Alquran

100
Ratusan umat Islam mengikuti sistem cepat menghapal Alquran dengan metode Alqasimi di Aula Dinas Pendidikan Singkawang, Rabu (20/4). Suhendra-RK.

eQuator.co.id – Singkawang-RK. Minat untuk menjadi Penghapal Alquran (Hafidz) di Kota Singkawang cukup tinggi. Hal ini dapat dilihat dari ramainya umat Islam yang mengikuti Metode Alqasimi, suatu sistem cepat dam kuat menghapal Alquran.

“Antusias umat Islam yang ingin mendaftar dan mengikuti pelatihan ini sangat luas biasa,” kata Suhadi SPdI, Ketua Pelaksana Pelatihan Cepat dan Kuat Hapal Alquran dengan Metode Alqasimi, di Aula Dinas Pendidikan Kota Singkawang, Rabu (20/4).

Suhadi mengungkapkan, panitia hanya menyebar 100 undangan untuk pelatihan ini. Tetapi yang hadir mencapai 150 peserta. “Peminatnya banyak dari kalangan Ponpes (Pondok Pesantren), guru agama dan imam-imam Masjid di Kota Singkawang,” katanya.

Melihat antusias seperti ini, panitia akan kembali mengadakan pelatihan dari hasil kerjasama Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) dan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Singkawang ini.

“Bisa minggu depan, atau minggu-minggu selanjutnya. Dan ini sedang dalam tahap koordinasi dengan Ustadz Abu Hurri Al Qosimi Al Hafizh dari Jakarta,” ujar Suhadi.

Dia mengungkapkan, Ustadz Abu Hurri ini sudah dikenal dengan metode Alqasiminya. Sebenarnya, kegiatan menghapal Alquran ini sudah ada di pelosok-pelosok. Tetapi cara dan metodenya berbeda. Sehingga, penguasaan terhadap Alquran lebih lama.
“Tadi kita sudah mencoba dengan terobosan metode Alqasimi untuk mempermudah bagi yang berminat untuk belajar Alquran, lebih cepat dan lebih kuat,” jelas Suhadi.

Pelatihan dengan metode Alqasimi ini mengambil tema “Cepat dan Kuat Hapal Alquran. Tetapi, kalau tidak berminat, walaupun bisa, tetap saja akan lama. “Jadi minat dulu yang kita simpulkan, barulah mereka akan tenang belajar dengan metode yang kita berikan kepada mereka,” jelas Suhadi.
Menurutnya, di dalam metode Alqasimi ini, terdapat trik-trik tersendiri dalam menghapal Alquran. “Sebenarnya, menghapal Alquran itu mudah, tetapi untuk menguatkan hapalannya itu yang sedikit sulit. Maka di sinilah kita masuk untuk mengajarkan,” tutup Suhadi. (hen)