Raja Mardan Lepas Puaka

Festival Budaya Robo-robo Dimulai

19
PUAKA. Menjelang Festival Budaya Robo-robo Kabupaten Mempawah, Senin (5/11), Raja Mempawah XIII Pangeran Ratu Mulawangsa Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim dikawal pasukan Istana Amantubillah melaksanakan prosesi pelepasan Puaka. Ari Sandy

eQuator.co.idMempawah-RK. Dikawal pasukan Istana Amantubillah, Raja Mempawah XIII Pangeran Ratu Mulawangsa Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim memimpin upacara adat buang-buang dan pelepasan puaka (satwa) di Lubuk Sauk, Senin (5/11). Ritual ini menandai dimulainya rangkaian Festival Budaya Robo-robo Kabupaten Mempawah.

Bersama rombongan tamu perwakilan dari berbagai daerah, Raja Mempawah memimpin acara pelepasan beberapa satwa ke alam dimulai dari Keraton Amantubillah Mempawah. Raja Mempawah menjelaskan, Robo-robo adalah sebuah budaya yang bertujuan untuk melestarikan dan menjaga keseimbangan alam yang ada dimuka bumi. “Alam kalau kita biarkan rusak, maka yang akan terjadi adalah bencana. Makanya, kita melepaskan berbagai satwa atau puaka ke alam, untuk menjaga keseimbangan alam,” ujar Pangeran Mardan.

Dia menerangkan, Festival Budaya Robo-robo merupakan sebuah budaya untuk kesatuan dan persatuan dalam mempersatukan keanekaragaman. “Robo-robo itu banyak yang keliru pemahamannya. Jadi kita memberi tanda kepada alam, kami masih memperhatikan kamu, mencintai kamu, dimulai tadi melepaskan satwa,” ungkapnya.

Dihari yang sama, Raja Mempawah memimpin langsung upacara adat buang-buang dan pelepasan puaka ang dilakanakan di Lubuk Sauk menggunakan perahu.

Sementara itu, Sekjen Majelis Pemangku Adat Nusantara (Mapan Raya) yang merupakan tamu undangan yang berasal dari Lombok, Sri Lalu Gede Pharma turut mengikuti prosesi pelepasan puaka.

Dia merasa kagum dengan budaya di Bumi Galaherang tersebut. Ia menilai, bagian dari kegiatan Robo-Robo ini merupakan sebuah tradisi keramahan alam akan manusia, dan keramahan manusia terhadap alam. “Kebudayaan Robo-robo merupakan hubungan antara dua keramahan yang luar biasa. Ada sisi penemuan manusianya, kekuatan alamnya, dan ada sisi keberkahan Ilahinya, terlebih saat tadi melakukan pelepasan satwa,” ungkapnya. “Inilah yang dijahit dengan indah pada event dalam budaya Robo-robo Ini,” imbuhnya.

Dia mengungkapkan, kedatangannya merupakan kali kedua menyaksikan budaya Robo-robo di Mempawah. “Alam saat ini sudah mulai kurang diperhatikan, dan pada event budaya Robo-robo ini memberikan satu gugahan, menggugah kita semua untuk kembali mencintai alam,” pungkasnya.

 

Reporter: Ari Sandy

Editor: Yuni Kurniyanto