Raden Andik Jaya Prawira, Bersepeda Keliling Hutan Indonesia

CENDERAMATA. Gubernur Kalbar, Cornelis menyerahkan cenderamata kepada Raden Andik Jaya Prawira yang berkunjung bersama Alumni SKMA Kalbar, di Kantor Gubernur Kalbar, Kamis (3/11) sore. Isfiansyah-RK

eQuator.co.id – Pontianak-RK. Usianya sudah 73 tahun, tetapi tubuh Raden Andik Jaya Prawira masih sangat sehat dan kuat untuk mengelilingi hutan Indonesia dengan mengendarai sepeda.

Pria kelahiran Banten yang kini sudah mempunyai tujuh anak dan 12 cucu tersebut, memulai perjalanan panjangnya sejak 16 September 2014. Dari tanah kelahirannya menuju Timur Indonesia.

Setiap singgah di suatu daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, Andik selalu menemui Kepala Daerah untuk menyampaikan misinya melestarikan hutan Indonesia.

Andik masuk ke Kalbar melalui Jalan Trans Kalimantan. Dari Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang ia bersepeda menemui Gubernur Kalbar, Drs Cornelis MH di kantornya, Kamis (3/11) lalu.

Ketika bertemu Gubernur Cornelis, Andik pun menceritakan, hutan di Kalbar tidak ada bekas terbakar. Berbeda dengan di Kalteng dan Kalsel yang masih terlihat hutan bekas terbakar beberapa bulan lalu. “Hutan Kalbar sangat bagus, Karena Gubernurnya komitmen menjaga hutan, bahkan sampai tingkat Internasional,” ujar Andik.

Sebagai bukti pertemuannya dengan orang nomor satu di Kalbar tersebut, Andik meminta Gubernur Cornelis menandatangani memori perjalanan yang akan dijadikannya buku.
Dalam bincang-bincangnya, Andik menerima tawaran dari Gubernur Cornelis untuk berangkat ke Tanjung Datok dan Camar Bulan, Kabupaten Sambas. “Saya akan mempertimbangkan tawaran tersebut, karena katanya, pemandangan di sana sangat indah,” ujar Andik merasa tertantang.

Selama di Kalbar, Andik akan berkeliling di seluruh Kabupaten/Kota, tentunya dengan bersepeda. Mantan Pegawai Kehutanan Kalteng sudah sampai ke Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) di Kabupaten Kapuas Hulu.

Berdasarkan catatan perjalanannya, Andik telah menyinggahi 24 provinsi dan 304 kabupaten/kota. Alhasil, kini sepedanya yang berbendera Merah Putih itu dipenuhi stiker. Terdapat pula sebilah Mandau, senjata khas Dayak, pemberian Gubernur Kaltim.

Sementara itu, ketika menerima Andik yang beristrikan warga Dayak Kalteng tersebut, Gubernur Cornelis menyampaikan harapannya, agar hutan Kalimantan tetap lestari.

Cornelis juga mengharapkan kelestarian pulau-pulau terluar tetap dijaga. Sehingga paru-paru dunia ini terbebas dari tangan-tangan yang tidak bertanggungjawab.

Dia juga berharap, masyarakat Kalimantan khususnya warga Dayak juga diberdayakan, jangan hanya diminta menjaga hutan. “Harus ada kompensasi untuk mereka. Kampung-kampung mereka dienclave, bagaimana mencerdaskan mereka, supaya tidak hanya menjadi tontonan orang-orang Barat (Eropa),” papar Cornelis.

 

Laporan: Isfiansyah

Editor: Mordiadi