PT MAR Bentuk Masyarakat Peduli Api

715
PEDULI SESAMA. Para pimpinan PT MAR berfoto bersama masyarakat. SYAMSUL ARIFIN

eQuator – PT Mitra Aneka Rezeki, Kubu Raya menggelar Shalat Istisqa yang dilanjutkan dengan doa bersama, Minggu (1/10). Kegiatan ini dihadiri Ustadz Usman Ar Rasyid, unsur pimpinan Muspika dan juga masyarakat di lingkungan perkebunan serta karyawan.

General Manajer (GM) PT MAR, Semangat Sembiring mengharapkan dan mengajak semua elemen memohon kepada Tuhan agar selalu mendapatkan kesehatan dan rezeki, serta demi majunya perusahaan untuk membawa dampak yang positif kepada masyarakat sekitar perkebunan, di tujuh desa dan dua kecamatan di Kubu Raya.

“Kita tetap komitmen untuk membangun Kubu Raya sekaligus di wilayah Kalbar. Harapan kami, mendapatkan dukungan dari pemerintah dan masyarakat, sehingga dapat bersatu padu menyelesaikan berbagai bentuk persoalan,” harap Sembiring.

Perwakilan kantor PT MAR Pontianak yang juga Kepala Perwakilan PT CUS, Fajar Bagus S mengucapkan rasa syukurnya, lantaran dalam minggu ini hujan telah turun, dan asap menyelimuti Kota Pontianak sudah berangsur hilang. Hujan yang turun, menurutnya berkah dan rahmat dari Allah SWT.

“Kita menggandeng masyarakat untuk bersama-sama menanggulangi kebakaran dengan membentuk masyarakat peduli api (MPA), serta kami mohon dukungan dari Kepala Desa (Kades) dan tokoh masyarakat di tujuh desa. Selain berinvestasi, kami juga komitmen untuk membangun masyarakat sekitar PT MAR agar lebih sejahtera. Kami sangat berharap dukungan yang selama ini kepada PT MAR tetap berjalan dan tidak luntur,” harapnya.

Atas nama manajemen, Fajar berharap masyarakat dan perusahaan yang ada di wilayah Kubu Raya dapat bergandengan tangan meningkat perekonomian. Di dalam kesempatan yang sama, Suherman, mantan Kades Sungai Deras‎ menyebutkan, perusahaan ini manajemennya lebih baik dan dapat bekerjasama dengan masyarakat dalam meningkatkan perekonomian.

Diceritakannya, pada tahun 2003 silam, lahan desa ini hanya hamparan ilalang dan tanaman pakis. Selanjutnya terjalin kerjasama dengan PT MAR yang berlanjut sampai sekarang.

“Sekarang dengan adanya perkebunan sawit, tingkat perekonomian sudah tampak terangkat. Padahal sebelumnya masyarakat hidup digaris kemiskinan. Sehingga diharapkan masyarakat memiliki rasa saling memiliki perusahaan, sehingga rasa aman akan terjadi‎,” kata Suherman.

Sementara Ustad Usman Ar Rasyid dalam tausiahnya mengatakan, hidup di dunia ini harus banyak beramal, terutama bersedekah. “Jika kita sering bersedekah, Allah tidak akan memiskinkan kita. Malahan menjadi lebih kaya. Begitu juga, jika PT MAR mempunyai keinginan, terutama daerah di lingkungan PT MAR itu lebih baik, harusnya masyarakat mendukung, karena apa yang di katakan pimpinan perusahaan, selain berimpestasi, akan menyejahterakan masyarakat,” ungkapnya. (sul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here