Program Bayi Tabung Hadir di Kapuas Hulu

Tak Perlu ke Luar Negeri

15
CENDERAMATA. dr. Syahnural Lubis, Direktur Klinik Morula IVF Pontianak saat memberikan cenderamata kepada Bupati Kapuas Hulu AM Nasir dalam acara Seminar TRB program bayi tabung di Rumah Dinas Bupati Kapuas Hulu, Sabtu (29/9)--Andreas

eQuator.co.idPutussibau-RK. Tim Penggerak PKK Kabupaten Kapuas Hulu menggelar seminar Tekhnologi Reproduksi Berbantu (TRB) program bayi tabung di Rumah Dinas Bupati Kapuas Hulu, Sabtu (29/8).

Seminar yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kapuas Hulu ini menghadirkan narusumber dari Klinik Morula In Virto Fertilization (IVF) dan langsung dibuka oleh Bupati Kapuas Hulu.

Ketua PKK Kapuas Hulu Ny. Erlinawati Nasir mengatakan, betapa tingginya kebutuhan akan pelayanan kesehatan reproduksi khususnya program fertilitas yang terstandar baik dan menghasilkan out come yang baik, serta memenuhi kebutuhan akan penanganan masalah infertilitas dimasyarakat.

“Maka dalam kesempatan ini kami, bekerja sama dengan Morula IVF Pontianak mengadakan seminar yang berbicara mengenai kesehatan reproduksi,” tutur Erlina dalam kegiatan, Sabtu (29/9).

Erlinawati mengungkapkan, melalui seminar TRB program bayi tabung di Indonesia diharapkan dapat melahirkan generasi yang berkualitas dan cerdas.

“Saya berharap dalam seminar ini kita mendapatkan informasi yang bermanfaat bagi kita dan keluarga,” harapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kapuas Hulu AM. Nasir mengatakan, seminar yang membahas masalah bayi tabung ini merupakan yang pertama kali dilakukan.

“Berharap mudahan seminar ini dapat memberikan manfaat bagi peserta. Wawasan ini bisa disampaikan oleh narasumber, paling tidak kita bisa tahu apa itu program bayi tabung,” ujarnya.

Bupati Kapuas Hulu dua periode ini mengapresiasi atas seminar yang diadakan TP PKK Kapuas Hulu. Paling tidak tambah bupati, dengan adanya seminar yang membahas masalah bayi tabung bisa memberikan solusi bagi pasangan yang belum memiliki keturunan.

“Sekarang untuk mendapatkan program bayi tabung, pasangan yang belum memiliki keturunan tidak lagi harus keluar negeri untuk mendapatkannya. Soalnya di Pontianak sudah ada program bayi tabung,” ucap AM Nasir.

Sementara itu dr. Syahnural Lubis, Direktur Klinik Morula IVF Pontianak mengatakan, bayi tabung merupakan pelayanan high technology yang dulunya masih susah dijangkau oleh masyarakat Pontianak dan Kalimantan Barat pada umumnya.

Namun sejak Morula IVF Pontianak hadir, pasangan yang mendambakan kehadiran anak tidak perlu lagi jauh-jauh hingga ke Singapura untuk melaksanakan program bayi tabung di Kalimantan sendiri klinik khusus untuk bayi tabung hanya ada di Kalimantan Barat, yaitu di Pontianak.

“Jika dulu masyarakat kita harus ke Kuching, Kuala Lumpur, atau ke Singapura saat ini bisa dilakukan di Pontianak,” katanya.

Kehadiran klinik bayi tabung di Pontianak memberikan kemudahan karena selain cara komunikasi yang gampang, biayanya juga lebih murah. dr Syahnural mengatakan, pengeluaran program bayi tabung di Pontianak jauh lebih murah dibandingkan di luar negeri.

“Disini kita punya program bayi tabung itu sekitar Rp40-65 juta, ketimbang harus keluar negeri bisa mencapai ratusan juta,” ucapnya.

Dia berharap kehadiran Morula IVF Pontianak dapat membantu permasalahan yang dialami pasangan yang ingin memiliki buah hati. “Kalau ingin mengikuti program bayi tabung, konsultasi masalah reproduksi, silakan datang ke sini. Morula IVF Pontianak siap membantu,” ungkapnya.

Ditambahkan dr. Harrison, Kepala Dinas Kesehatan Kapuas Hulu, ia mengapresiasi atas hadirnya Klinik Morula IVF Pontianak dalam memberikan wawasan kepada organisasi wanita yang hadir pada seminar kali ini.

“Paling tidak masyarakat kita bisa tahu dan paham dengan program bayi tabung yang disampaikan oleh Klinik Morula dalam seminar hari ini,” katanya.

Menurut Harisson, kehadiran Klinik Morula IVF ini paling tidak dapat membuka pola pikir masyarakat yang belum mendapatkan buah hati selama ini. Sehingga dengan adanya program bayi tabung yang disampaikan mereka ini bisa menjadi solusi bagi pasangan yang belum mendapatkan si buah hati selama ini.

“Kalau di Kapuas Hulu secara data kita tidak tahu berapa banyak pasangan yang belum mendapatkan keturunan. Namun yang pasti banyaklah pasangan yang belum mendapatkan buah hati,” ungkapnya.

Laporan: Andreas

Editor: Ocsya Ade CP