Prioritaskan Honorer Atasi Kekurangan Guru

14
ilustrasi.net

eQuator.co.id – Mempawah-RK. Kekurangan lebih 300 tenaga pendidik di Kabupaten Mempawah harus disikapi serius. Pengangkatan guru honorer yang saat ini bertugas di sejumlah sekolah se-Kabupaten Mempawah, merupakan salah satu solusi efektif mengatasi minimnya guru SD dan SMP di Bumi Galaherang.

Harapan itu disampaikan Ketua PGRI Mempawah, Hamzah. Dia menyarankan, mengatasi kekurangan tenaga pendidik dengan memperjuangkan guru-guru honorer di tiap-tiap sekolah untuk meng-cover kekurangan guru yang saat ini terjadi seantero Kabupaten Mempawah. “Kita harap pemerintah dapat memperjuangkan guru-guru honor yang ada di tiap-tiap sekolah untuk memenuhi kebutuhan guru yang ada, karena itu sangatlah membantu dengan kondisi saat ini,” ungkapnya.

Memenuhi kebutuhan guru di daerah yang jauh dari perkotaan, Hamzah menyarankan mengangkat guru honor dan tidak mengirim guru yang lolos penerimaan Calon Aparatur Sipil Negara (CPNS) di kota ke daerah. “Selama ini kekurangan diisi oleh tenaga honor. Menurut kami, memang guru honor layak diperjuangkan, karena kita telah tahu pengabdian mereka, dan umumnya mereka berada di daerah,” paparnya.

Dia memastikan, kemampuan guru honor telah teruji dan mumpuni, sehingga sangat perlu mendapat perhatikan. “Kami harap pemerintah dapat memberikan perhatian khusus pada guru honor, terlebih guru yang berada di daerah. Kalau yang di kota pindah ke daerah, nanti tidak sampai 5 tahun minta pindah, karena ini berdasarkan pengalaman saya,” paparnya.

Apalagi lulusan perguruan tinggi di Kalimantan Barat, terang Hamzah, dipastikan mampu memenuhi kebutuhan tenaga pendidik di Kabupaten Mempawah. “Kalau untuk guru, Untan dan IKIP sudah banyak memproduksi. Sekarang tergantung bagaimana kita mau memberdayakannya dan memaksimalkan potensi ini,” tegasnya.

 

Reporter: Ari Sandy

Editor: Yuni Kurniyanto