PPLP Volly Pasir Turun Prestasi

Dispora Gandeng Psikolog, Ukur Mental Calon Juara

444
PPLP. Pusat Pembinaan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) di Jalan Karya Bakti, Pontianak. F IKRI A KBAR /RK

eQuator – Kejuaraan cabang olahraga volly ball pasir yang digelar antar Pusat Pembinaan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) se-Indonesia menuai hasil yang tak menggembirakan bagi Kalbar.

Kendati hasilnya, tim volly ball pasir Kalbar berhasil menduduki peringkat 16 besar dari 23 tim yang berlaga. Namun prestasi tersebut jauh menurun dari capaian prestasi tahun sebelumnya.

“Tahun lalu kita masuk delapan besar,” ujar pelatih volly pasir di PPLP Kalbar, Sartoni, via selulernya, Selasa (3/11).

Namun sayangnya, Sartoni tidak mengungkapkan lebih lanjut mengapa prestasi tim volly pasir PPLP tersebut bisa menurun.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Olahraga, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalbar, Sugeng Hariadi menyampaikan, memang secara umum pihaknya tidak dapat mematok peningkatan grafik prestasi para atlet PPLP. Mengingat sangat terbatasnya waktu yang diberikan untuk pembinaan.

“Kalau prestasi pelajar ini sangat fluktuatif ya. Kadang saat kita melakukan pembinaannya sudah bagus, namun kemudian turun lagi. Kadang kita mencari momen yang pas itu sulit. Ada yang sudah matang misalnya, bagus mainnya, tapi pas waktu kejuaraan mereka sudah lulus duluan sekolahnya,” ulasnya.

Untuk membentuk pelajar menjadi atlet, apalagi atlet yang berprestasi memang tidak mudah. Hal itu membutuhkan waktu yang cukup, bahkan hinga bertahun-tahun. Sementara para pelajar yang masuk ke PPLP rata-rata mulai dari awal masuk SMA.

“Karena waktunya yang singkat tadi, sementara kejuaraan itu syaratnya harus pelajar. Mereka yang sudah terbentuk, rata-rata sudah lulus semua. Berbeda misalnya dengan atlet umum, yang bisa bebas dibina tanpa terikat waktu,” paparnya.

Meskipun sebelum para pelajar yang memiliki kecenderungan pada cabang olahraga masuk ke PPLP, mereka sudah disaring berdasarkan minat dan bakatnya, namun hal itu tetap terbentur oleh waktu.

“Memang sebelum mereka bergabung ke PPLP, mereka harus memenuhi standar dua kriteria penilaian. Pertama, ada yang memang kita rekrut berdasarkan hasil dari kejuaraan-kejuaraan. Kemudian, ada juga berdasarkan hasil pantauan kita, karena melihat sang pelajar tersebut ada bakat, ada potensi,” timpalnya.

Untuk menutupi beberapa kekurangan tersebut, para pelajar yang bergabung dalam PPLP juga akan didampingi psikolog dalam masa perkembangan minat dan bakat.

“Kita bekerja sama dengan psikolog untuk menilai mental, motivasinya untuk jadi juara, disiplin bagaimana, dilihat juga prestasinya. Kan ada kadang-kadang sudah juara jadi turun (semangatnya) maka itu kita lihat dari sisi psikologisnya,” ujarnya.

Kembali soal kejuaraan antar PPLP yang diselenggarakan mulai 27 Oktober sampai 1 November lalu di Yongyakarta, PPLP Kalbar hanya menurunkan satu tim putra, yang terdiri dari dua orang atlet.

“Sudah memang ada kuotanya dari kementerian, kalau di daerah lain ada dua sampai tiga tim, karena kita hanya satu tim, ya kita kirim satu tim. Artinya setiap daerah memang sudah ada kuotanya masing-masing,” terang Sartoni.

Kejuaraan antar PPLP ini diikuti oleh 11 provinsi. Dengan total keseluruhan sebanyak 23 tim putra dan 23 putri. Masing-masing tim dibagi ke dalam delapan pool. “Terakhir kita kalah lawan NTB,” ucapnya.

Reporter: Fikri Akbar

Redaktur: Andry Soe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here