Pontianak Pamerkan Meja Sablon Dua Sisi

Pameran Temu Karya Nasional Gelar TTG di Bali

11
MEJA SABLON. Yanieta Arbiastutie Kamtono melihat meja sablon dua sisi yang diikutsertakan dalam Pameran Temu Karya Nasional Gelar Teknologi Tepat Guna di Bali, kemarin. Humas Pemkot for RK.

eQuator.co.idBADUNG-RK. Meja sablon dua sisi meraih juara satu lomba Teknologi Tepat Guna tingkat Kota Pontianak. Alat ini diikutsertakan pada Pameran Temu Karya Nasional Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) ke 20 dan Pekan Inovasi Perkembangan Desa/Kelurahan (PINDeskel) Tingkat Nasional Tahun 2018 di Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park, Badung, Bali yang diadakan pada 19-21 Oktober.
Meja sablon dua sisi ini dinilai lebih presisi, ekonomis dan mudah digunakan. Tidak seperti meja sablon biasa. Bila digunakan akan mampu memangkas waktu produksi. Sehingga jumlah produk yang dihasilkan jauh lebih meningkat. Pada proses penyablonan tidak perlukan lagi bongkar pasang baju dari meja sablon jika ingin menyablon bagian sisi lainnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Pontianak, Yanieta Arbiastuti Edi Kamtono menjelaskan, keikutsertaan pihaknya dalam pameran ini merupakan bagian dari promosi. Karena ajang ini daerah menampilkan alat-alat teknologi yang sederhana, mudah digunakan dan bermanfaat bagi masyarakat. “Contohnya meja sablon dua sisi ini “ ujarnya ketika melihat stand Kota Pontianak.
Yanieta berharap pada pameran tahun berikutnya akan banyak lagi alat yang dihasilkan melalui kreativitas dan inovasi terbaru. Pihaknya pun akan terus mendorong dan bekerjasama dengan sekolah, universitas dan lainnya untuk mengikuti lomba ini. “Sehingga ada alat-alat baru yang dihasilkan lebih baik dari tahun ini,” harapnya.
Tidak hanya meja sablon dua sisi, pihaknya juga pamerkan alat pemotong keramik, pemotong dan pengiris kentang, serta alat refleksi kepala. Selain itu, ada pula alat bantu belajar braile, huruf latin dan hijaiyah.

Pemenang TTG Tingkat Kota Pontianak, Brusmantio Adilaputro menginginkan agar tahun depan lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) bisa disertai dengan expo. Sehingga penontonnya jauh lebih banyak. “Pada saat lomba itu kan penontonnya terbatas, kalau bisa dibarengi dengan expo tentunya banyak yang akan melihat,“ katanya.
Brusmantio mengakui dengan banyaknya penonton tentunya juga akan menarik minat masyarakat untuk memesan alat yang dilombakan. Dia menceritakan, sebelum berangkat ke TTG tingkat Nasional, dirinya mendapat pesan WhatsApp bahwa ada yang tertarik dengan alat tersebut dan berminat untuk membelinya.  Namun menurut Brusmantio tujuan dari pameran TTG ini bagaimana membantu masyarakat meningkatkan perekonomiannya. “Alat ini hanya salah satu upaya untuk mencapainya,” pungkasnya.

 

Laporan: Maulidi Murni

Editor: Arman Hairiadi