PGD Dongkrak Pendapatan Pedagang Kecil

Bagi hadiah: Wakil Bupati Sekadau, Aloysius membagikan hadiah kepada pemenang lomba di PGD ke X, Rabu malam (31/7). PGD ini memberikan dampak positif bagi pedagang kecil. Abdu Syukri

eQuator.co.id – SEKADAU-RK. Pelaksanaan Pekan Gawai Dayak (PGD) ke X Kabupaten Sekadau yang dibuka pada 29 Juli lalu membawa dampak terhadap perekonomian pedagang kecil. Sejumlah pedagang mengaku pendapatan mereka cukup meningkat selama pelaksanaan event ini.

“Untuk pembeli sih, lumayan lah,” kata Gunawan, salah seorang pedagang baju dan pernak-pernik yang berjualan di kawasan lokasi pelaksanaan PGD ke X di rumah Betang Youth Center, Kota Sekadau, Rabu malam (31/7).

Di lokasi itu,  bukan hanya Gunawan saja yang berjulan. Banyak warga lain yang juga membuka lapak dagangannya.

Pantauan di lapangan, puluhan lapak pedagang mulai dari pedagang pernak-pernik, kuliner hingga stand permainan. Gawai ini menjadi  momentum mereka untuk mengais rezeki.

Para pedagang itu tidak hanya dari Kabupaten Sekadau saja. Ada beberapa pedagang yang berasal dari daerah lain. “Kalau saya asalnya dari Jeruju, Pontianak,” ujar Gunawan sembari melayani sejumlah pembeli yang berkunjung ke lapaknya.

Gunawan mengaku sudah berjualan di lokasi gawai itu sejak empat hari terakhir. Pendapatannya lumayan besar. “Pemasukan dari kisaran 800 ribu Rupiah hingga satu juta lebih per hari,”  ungkapnya.

Selain di Sekadau, Gunawan juga mengaku kerap berdagang ke daerah lain saat gawai. Gunawan berharap, pembelinya terus bertambah hingga berakhirnya gawai, beberapa hari kdepan. Ia juga berharap cuaca di malam hari tidak turun hujan. “Semoga sering ada acara seperti ini lah,” ucapnya.

Soal cerahnya cuaca yang diharapkan Gunawan karena pengunjung dipastikan ramai saat malam hari, seperti pada Rabu malam lalu. Pengunjung tidak hanya dari warga masyarakat Dayak, tetapi dari masyarakat dari suku lainnya.

“Memang pelaksanaan gawai ini bisa memberikan multiplayer efek terhadap banyak sektor, terutama pedagang kecil,” ujar  Aloysius, Wakil Bupati Sekadau yang kebetulan hadir dilokasi tersebut.

Kata Aloysius, pedagang yang datang bisa mendapatkan penghasilan dari berjualan di lokasi acara. Pembeli pun cukup banyak..

Gawai ini, lanjut Aloysius, memang bukan hanya milik masyarakat dayak saja. Warga dari etnis lain juga bisa mengikuti acara gawai. Warga etnis lain juga bisa ikut berpartisipasi. “Kita lihat yang datang juga banyak dari etnis lain. Bukan hanya itu, yang jualan juga banyak dari etnis lain,” pungkas Aloysius. (bdu)