Pesparani ke 1 Kapuas Hulu, Kembangkan Bakat Bernyanyi dan Musik yang Baik

Sambutan. Petrus Kusnadi menyampaikan sambutan pada acara pembukaan Pesparani ke 1 Kapuas Hulu di Aula Paroki Hati Santa Maria Perawan Tak Bernoda Putussibau, Senin (4/11) sore. Andreas/eQuator.co.id

PUTUSSIBAU – eQuator.co.id. Pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) ke 1 Kabupaten Kapuas Hulu diharapkan bisa menghidupkan kembali suasana liturgi gereja, serta menjadi wadah untuk mengembangkan bakat dalam lomba bernyanyi dan musik yang baik.

Petrus Kusnadi, Ketua Umum Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik Daerah (LP3KD) Kapuas Hulu menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh panitia, sehingga Pesparani perdana itu bisa terselenggara dengan baik.

“Tugas berat yang kita hadapi bagaimana menyiapkan pelatih-pelatih untuk persiapan lomba. Hidupnya suasana gereja sangat ditentukan bagaimana kita bisa bernyanyi dan bermusik dengan baik,” ucap

Kusnadi ketika memberikan sambutan pada pembukaan Pesparani ke 1 Kabupaten Kapuas Hulu di Aula Paroki Hati Santa Maria Perawan Tak Bernoda Putussibau, Senin (4/11) sore.

Kusnadi menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemda Kapuas Hulu yang sudah banyak membantu dalam bidang kerohanian, kemudian para guru pembimbing, Kementerian Agama serta pihak lainnya.

“Mari kita bersama – sama untuk mengembangkan perlombaan pesta paduan suara gerejani ini,” ajak Kusnadi.

Pada kesempatan yang sama, Leonardus ketua panitia kegiatan menyampaikan, Pesparani sebagai sarana dalam menegakan kesadaran beragama dan beriman, disamping itu membina kerjasama baik di intern umat Katolik, maupun dengan umat beragama lainnya.

“Melalui Pesparani ke 1 ini, mari kita tingkatkan kestuan dan toleransi dalam Kebhinekaan. Semoga dengan Pesparani ini persatuan dan kesatuan kita lebih erat,” ucap Leonardus.

Dijelaskan Leonardus, pada Pesparani kali ini akan memperlombakan 7 cabang lomba, kegiatannya dilaksanakan sampai tanggal 7 November mendatang. Sedangkan 6 cabang lomba lainnya sudah dilaksanakan bulan September 2019 lalu.

“Kemudian di bulan November ini ada 6 regu yang akan bertanding, 6 regu mewakili 3 paroki, pertama Paroki Hati Santa Maria Perawan Tak Bernoda, Paroki Keluarga Kudus Bika, dan Paroki Santo Fransiskus Semitau,” paparnya.

Dirinya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemda Kapuas Hulu, para pastor Paroki, guru-guru pendamping yang telah berpartisipasi hadir dalam kegiatan.

“Terima kasih pula kami sampaikan kepada seluruh panitia yang sudah bekerja keras menyukseskan acara ini,” tutupnya. (dRe)