Persalinan Penderita Kanker Paru Stadium Empat Lancar

Melalui Operasi Sesar, Bobot Anak berat 1,35 kilogram

OPERASI SUKSES. Tim dokter dari RSUD Ade M. Djoen Sintang menunjukkan bayi dari Valentina Miranti, penderita kanker paru stadium 4 yang sukses dioperasi oleh mereka. Mari Melihat for RK

eQuator.co.id – SINTANG-RK. Bedah sesar harus dilalui Valentina Miranti, sekitar pukul 23.20 WIB, Senin (4/11), di RSUD Ade M. Djoen Sintang. Ibu berusia 24 tahun itu menderita kanker paru-paru stadium empat.

Syukurlah, operasi yang ditangani oleh dr. Santi Sp.OG dan dr. Prita, Sp.A. itu berjalan lancar. Mira, karib Valentina Miranti disapa, melahirkan bayi mungil berjenis kelamin laki-laki dengan berat 1,350 kilogram.

“Benar melahirkan lewat operasi. Kondisi ibu dan bayi cukup baik. Tapi perlu observasi ketat,” ujar Kadinkes Sintang, Harysinto Linoh.

Harysinto juga mengatakan, bahwa usia kandungan warga Benua Baru Kecamatan Tempunak, Kabupaten Sintang tersebut, saat melahirkan 34-35 minggu. Ia memastikan, pasien ditangani dengan baik.

“Mengenai pembiayaan persalinan, akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Kalau ada pembiayaan yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan, akan kami SK-kan agar ditanggung oleh pemerintah daerah,” terangnya.

Kabar lahirnya bayi Miranti ini, disambut bahagia pihak keluarga. Bahkan ibu kandung Miranti, Natalia, yang semula tegang, berubah senyum begitu mendengar kabar cucu keduanya lahir dengan selamat. Apalagi setelah melihat foto cucunya yang ditunjukkan komunitas “Mari Melihat” kepadanya.

“Akhirnya lega saya rasanya, cucu saya lahir juga. Waktu menunggu proses melahirkan, perasaan saya campur aduk dan menangis. Rasanya seperti tidak menginjak lantai,” kata Natalia.

Bahkan diakuinya sempat tak dapat menahan air matanya melihat perjuangan anak perempuan tersebut menjalani operasi sesar dalam keadaan sakit seperti itu. “Kita bersyukur semuanya selamat, mengingat kondisi Valentina yang hamil anak kedua dalam keadaan sakit,” tuturnya.

Diceritakannya, anaknya dibawa ke Rumah Sakit sekitar pukul 18.30 WIB. Mira mulai mengeluh sakit perut sejak Minggu malam. Senin siang, sakitnya lumayan mereda. Namun, sekitar pukul 14.00 siang, perutnya sakit lagi.

“Sekitar pukul 15.00, akhirnya kami telepon pihak Puskemas Tanjung Puri. Mereka langsung datang untuk memeriksa. Mereka bilang sudah pembukaan satu. Anak saya dalam kondisi lemah dan sesak nafas,” papar Natalia.

Akhirnya, oleh petugas Puskesmas Tanjung Puri, Valentina Miranti disarankan untuk dibawa ke RSUD Ade M Djoen. “Mereka telepon ambulans, kemudian berangkat ke rumah sakit untuk langsung ditangani,” tuturnya.

Keluarga Mira terlihat mendampingi, menunggui proses kelahiran di RSUD Ade M Djoen Sintang. Suami Mira, Usmanto, juga terlihat siaga.

Komunitas “Mari Melihat” ikut membantu. Komunitas yang anggotanya anak-anak muda Sintang ini turut mendampingi Valentina Miranti ketika hendak dibawa ke RSUD Ade M Djoen. Membantu pengurusan proses administrasi rumah sakit. Bahkan ikut menunggu sampai tengah malam hingga proses persalinan selesai.

Natalia berterima kasih atas kepedulian Komunitas “Mari Melihat” yang banyak membantu meringankan beban keluarganya. Mereka bahkan sudah menyiapkan peralatan bayi untuk digunakan oleh cucunya yang baru lahir.

“Peralatan bayi lengkap. Ada lampin, susu, botol susu hingga kain dan pakaian,” pungkasnya sambil melihatkan peralatan bayi itu.

Sementara itu, anggota Divisi Kesehatan Komunitas “Mari Melihat”, Hosea Wiradinata turut bahagia. Dikatakannya, setelah bayi Mira lahir dengan selamat, pihak keluarga masih membutuhkan bantuan dari masyarakat. Terutama terkait ketersediaan Air Susu Ibu (ASI). (pul)