Pandemi Covid-19 Mitra UMKM Gojek Capai 1 Juta Merchant

eQuator.co.id-Pontianak. Dimasa Pandemi Covid-19 yang terjadi dalam dua tahun terakhir, sangat berdampak bagi sejumlah masyarakat dan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (Umkm), hal ini terjadi lantaran adanya pembatasan tatap muka. 

Pembatasan pertemuan tatap muka  yang diberlakukan tentu menjadi hal yang baru bagi masyarakat pada umumnya, namun hal ini menjadi perubahan kebiasaan masyarakat yang sebelumnya melakukan pekerjaan dari kantor namun lantaran pandemi dialihkan kerumah, bahkan tak sedikit pekerja perusahaan yang mengalami PHK massal lantaran kondisi tersebut.

“Kondisi pandemi yang terjadi kemarin tentu sangat berdampak bagi masyarakat, begitupun Gojek, kita kerap menggelar even namun karena pandemi adanya pembatasan jadi sedikit kurang maksimal, meski begitu kita terus lakukan tentu melalui online seperti zoom,” ujar Guntur Arbiansyah, Head Of Regional Corporate Affairs Gojek Indonesia Timur, saat mengahadiri kegiatan silaturahmi bersama Media di Pontianak. Minggu. 

Akan tetapi, kata Guntur, adanya perubahan kondisi ini, tentu pergeseran aktifitas juga terjadi yang mulanya dilakukan secara konvensional namun beralih ke online, sehingga lanjut dia, hal tersebut berdampak cukup baik bagi Gojek, utamanya meningkatnya Mitra Umkm Gojek. 

“Layanan Gofood alami peningkatan, adanya pembatasan dan PHK massal ini membuat masyarakat mulai membangun usaha kuliner sendiri, dan bergabung sebagai Umkm Mitra Gojek, sehingga yang tadinya Mitra Umkm kita hanya 500 ribu kini sudah mencapai 1 juta merchant dengan waktu yang singkat,” ungkapnya 

Untuk bergabung sebagai Umkm Mitra Gojek sendiri dijelaskan Guntur, pihaknya tidak memberikan proses yang rumit, hanya dengan mendowload aplikasi goBiz lalu mengisi formulir pendaftaran yang sudah disediakan. 

“Aplikasi ini sudah di launching  sejak bulan Maret 2020 lalu, dengan mengisi form di aplikasi ini Umkm hanya menunggu tiga hari saja sudah bisa bergabung dan sudah bisa jualan,” terangnya

Disamping itu, sambung Guntur, terkait munculnya pelbagai persaingan kompetitor baru, ia melihat hal tersebut kerap terjadi dalam setiap usaha, terlebih dijelaskannya saat ini sudah ada regulasi yang mengatur, menurutnya persaingan bukan hal yang negatif. 

“Kita pastinya menyambut baik adanya kompetitor baru yang mulai bermunculan, intinya kita bersaing secara positif, apalagi sekarang sudah ada regulasinya, jadi sesuai regulasi yang ada,” pungkasnya. (Ova)