OSO: Sudirman Said Jangan Banyak Omong!

314
Oesman Sapta Odang (OSO)-JPNN

eQuator –  Menteri ESDM Sudirman Said harus membuktikan omongannya dengan menyebut siapa politisi yang meminta saham ke PT Freeport Indonesia dengan membawa-bawa nama Presiden Joko Widodo dan wakilnya Jusuf Kalla.

Hal itu sebagaimana diutarakan Wakil Ketua MPR RI, Oesman Sapta Odang (OSO) di Jakarta, Kamis (12/11).‎

“Buktikan kalau memang ada. Kalau enggak, dia mungkin yang jadi biang kerok,” tegasnya.

‎Terlepas dari itu, OSO menilai, apa yang diucapkan oleh Sudirman Said itu cuma membuat kegaduhan di kabinet.‎

“Sudirman itu jangan banyak omong, kalau berani ngomong saja. Sebagai pejabat pemerintah harus berani ngomong dan bisa buktikan,” lugasnya.

‎Sebelumnya, Sudirman Said menyebut ada tokoh politik yang sangat berkuasa mencoba menjual nama Jokowi-JK kepada Freeport. Pencatutan nama itu dilakukan agar kontrak Freeport bisa segera diberikan.

‎Namun, Sudirman enggan menyebut siapa politikus yang coba menjual nama dua pimpinan tertinggi republik itu. Hanya, Sudirman mengatakan bahwa orang itu cukup terkenal.

DPR Akan Panggil Menteri ESDM

Menteri ESDM Sudirman Said melempar bola panas. Pernyataannya bahwa ada pemimpin parpol berkuasa yang mencatut nama Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla ke PT Freeport langsung direspons oleh kalangan parlemen. Ya, DPR akan menjadwalkan pemanggilan Sudirman Said usai reses.

Sudirman akan dikonfrontir dengan tujuan agar tidak terjadi kegaduhan yang berkepanjangan. “Kita akan tanyakan, karena ini masalah yang sangat serius. Jadi harus di-clear-kan,” ucap Ketua Komisi VII DPR RI, Kardaya Warnika kepada wartawan saat dikonfirmasi melalui ponselnya, Kamis (12/11).

Kardaya menilai, ucapan Sudirman bukanlah sesuatu hal yang sangat penting. Tetapi, lebih bijak bila Sudirman menyampaikan kepada publik nama politikus tersebut. “Agar tidak menjadi saling curiga dan tidak ada manfaatnya. Cuma buat kegaduhan saja,” katanya.

Menurut politikus Partai Gerindra itu, Sudirman dapat menyampaikan secara jelas persoalan Freeport sehingga tidak menimbulkan masalah. “Tapi kalau hanya seseorang itu hanya akan membuat gaduh tenaga bangsa kita,” imbuhnya.

Sebelumnya, Partai Nasional Demokrat (NasDem) dan Partai Gerindra mendesak agar politisi yang pencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla ke Freeport diusut. Mereka pun minta Menteri ESDM Sudirman Said membuka siapa nama tokoh politik yang dimaksud.

“Jadi tanya Sudirman Said, siapa yang coba-coba bermain untuk kepentingan pribadi dan partainya minta jatah komisi, jatah saham baru ada negosiasi perpanjangan izin PT Freeport,” ujar Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, di sela-sela perayaan HUT ke-4 Partai NasDem di Kantor DPP Partai NasDem, Jakarta, Rabu (11/11).

Dirinya menegaskan bahwa pernyataan yang dilontarkan oleh Sudirman Said harus diusut tuntas. “Ini harus diusut tuntas. Pak Sudirman Said kalau kasih statemen, saya yakin tentu sudah dipikir baik-baik. Usut tuntas,” tegasnya.

Bahkan pihaknya berharap agar dapat segera dilaporkan ke penegak hukum. Dengan demikian semuanya dapat segera menjadi transparan. “Saya pikir KPK harus masuk itu, kalau perlu dipanggil-panggil. Kalau ada petinggi partai lain dipanggil, saya pikir bagus juga ramai-ramai transparan,” lugasnya.

Jika tidak segera dibeberkan siapa yang dimaksud oleh Sudirman Said, maka pernyataan tersebut bisa menimbulkan bola liar. Bahkan dikhawatirkan akan memperkeruh situasi perpolitikan.  “Ini kalau tidak terungkap nanti dikira ada yang main mata. Ini yang harus menjadi tugas utama,” timpalnya.

Untuk itu, dirinya meminta kepada Sudirman Said untuk proaktif. “Kalau tidak ada yang proaktif, kita yang proaktif. Karena ini sudah masanya,” paparnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra, Ahmad Muzani juga meminta hal serupa. “Tinggal disebut saja, Pak Sudirman enggak usah bingung. Siapa yang mencatut nama Presiden dan Wapres tinggal disebut saja,” kata Muzani saat dihubungi, Rabu (11/11). (rmol/jpg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here