Olahraga Budaya Harumkan Sambas ke Mancanegara

Lomba Perahu Bidar Meriahkan Tiga Peringatan

31
LOMBA PERAHU. Memeriahkan HUT Pemindahan Ibukota Kabupaten Sambas ke-19 dan Hari Jadi Kota Sambas ke 387 yang dirangkai dengan peringatan Dirgahayu RI ke-73, Minggu (5/8) digelar Lomba Perahu Bidar di Sirkuit Muare Ulakkan Sungai Sambas, Kecamatan Sambas. Sairi-
LOMBA PERAHU. Memeriahkan HUT Pemindahan Ibukota Kabupaten Sambas ke-19 dan Hari Jadi Kota Sambas ke 387 yang dirangkai dengan peringatan Dirgahayu RI ke-73, Minggu (5/8) digelar Lomba Perahu Bidar di Sirkuit Muare Ulakkan Sungai Sambas, Kecamatan Sambas. Sairi-

Kabupaten Sambas tidak hanya disegani kabupaten/kota se-Kalbar. Tapi dikenal hingga keluar negeri karena eksistensi dan kehandalan atlet dayung perahu bidar.

Sairi, Sambas

eQuator.co.id – OLAHRAGA ini telah menjadi budaya yang diwariskan oleh para pendahulu Sambas.  Melestarikan budaya sekaligus memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Pemindahan Ibukota Kabupaten Sambas ke-19, Hari Jadi Kota Sambas ke-387 dan Dirgahayu RI ke-73, Minggu (5/8), digelar Lomba Perahu Bidar se-Kabupaten Sambas. Sebanyak 27 perahu turut serta dalam lomba yang dibuka Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili di Sirkuit Muare Ulakkan Sungai Sambas, Kecamatan Sambas. “Pesertanya dari desa-desa yang berada di daerah aliran Sungai Sambas. Ini merupakan agenda tetap tahunan kabupaten,” kata Ketua KONI Kabupaten Sambas, Hadi Hardiansyah.

Dia menegaskan, lomba perahu bidar merupakan olahraga rakyat Sambas yang telah mengharumkan nama daerah di ajang prestasi lokal, nasional dan internasional. “Sangat senang melihat antusias warga dan peserta dalam mengikuti lomba ini. Olahraga dayung merupakan andalan Kabupaten Sambas untuk berbicara banyak di kancah yang levelnya lebih tinggi,” ungkapnya.

Prestasi mentereng Tim Dayung Kabupaten Sambas juga dipengaruhi oleh intensitas gelaran lomba perahu bidar yang diadakan berbagai pihak di Sambas. “Dari sini akan didapat para pendayung hebat, yang terbiasa berkompetisi, yang sudah memiliki teknik mendayung yang bagus, dan menjadi bibit untuk menjadi atlet dayung pada kelas-kelas dan kategori berbeda, terutama yang masih muda. Sambas tidak akan kehabisan atlet dayung,” katanya.

Perahu bidar merupakan cabang olahraga yang sering dilombakan dalam gelaran kebudayaan antardaerah. “Kita sangat mendukung kegiatan lomba perahu bidar, apalagi terdapat perlombaan yang biasanya antarkabupaten. Bahkan, ada juga dari luar negeri. Ini akan mengharumkan nama baik daerah kita,” jelasnya.

Hadiah yang diperebutkan para peserta dalam lomba ini berupa dana bantuan pembinaan sebesar Rp20 juta, trophy dan piagam. Seiring berjalannya lomba, berbagai sumbangan hadiah pun mengalir. Bahkan, bertambah hingga puluhan juta rupiah, karena Ketua KONI Sambas, Hadi Hardiansyah juga menambahkan hadiah sebesar Rp5 juta bagi para juara. (*)

 

Editor: Yuni Kurniyanto‎