Objek Wisata Pantai Pulau Datok Berhias Sampah

Sekda Kayong Utara, Dra Hj Hilaria Yusnani
Sekda Kayong Utara, Dra Hj Hilaria Yusnani

eQuator.co.id – Sukadana-RK. Sekretaris Daerah (Sekda) Kayong Utara, Dra Hj Hilaria Yusnani menanggapi ihwal viralnya postingan masyarakat terkait kotornya Pantai Pulau Datok saat libur lebaran di media sosial (Medsos).

Sekda berpendapat, ada beberapa faktor yang menyebabkan banyaknya sampah yang berserakan di Pantai Pulau Datok. Di antaranya lemahnya kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.

“Itu sikap masing-masing dari masyarakat yang belum dapat bertanggungjawab terhadap masalah sampah ini. Apakah kita berada difasilitas umum atau di rumah tangga kita sendiri, kita ada etika membuang sampah,” tegas Hilaria Yusnani, Sabtu (23/6).

Menurutnya, sebagai pengunjung maupun masyarakat asli Kayong Utara sudah selayaknya menjaga kebersihan Pantai Pulau Datok. Karena keindahan Pantai Pulau Datok menjadi tanggungjawab bersama.

“Pantai Pulau Datok merupakan aset pemerintah daerah, milik masyarakat Kayong Utara, yang mana kebersihannya menjadi tanggungjawab bersama,” terangnya.

Padahal, Sekda menegaskan, Pemerintah Kayong Utara sudah menugaskan petugas kebersihan untuk menjaga kebersihan di Pantai Pulau Datok.

“Memang dari Dinas PU ada petugas yang dikhususkan mengurus persampahan tersebut. Dan itu menjadi tugas mereka untuk membersihkan sampah. Tapi, bukan (membersihkan) sampah-sampah yang sengaja dibuang (sembarangan). Mereka hanya mengangkut dari TPS ke TPA,” tuturnya.

Sebagai evaluasi masalah banyaknya sampah di lokasi wisata, diakui Hilaria, pihaknya akan mencoba membahas peraturan pemberian sanksi hingga denda kepada pengunjung yang membuang sampah sembarangan. “Ke depan mungkin kita juga akan membuat aturan-aturan terkait sampah ini. Seperti sanksi hingga penerapan denda,” timpalnya.

Bahkan, pemerintah daerah melalui beberapa SKPD juga sudah membentuk tim untuk menangani sampah. Dengan melibatkan pihak yang fokus terhadap lingkungan.

“Kekurangan kita mungkin masalah sosialisasi dan pemberdayaan masyarakat yang belum optimal. Tapi, kita juga sudah membentuk tim, baik di SKPD maupun lembaga yang memang mereka pemerhati lingkungan,” ulasnya.

Reporter: Kamiriluddin

Redaktur: Andry Soe 

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!