
eQuator.co.id – Angkutan menuju perbatasan sudah dilayani dengan armada perintis. Hanya saja, tidak bisa beroperasi dengan baik akibat buruknya infrastruktur.
“Setahu saya sudah beberapa minggu terakhir tidak jalan, karena ada ruas jalan yang tak bisa dilalui,” kata Kepala Bidang Perhubungan Darat Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Sintang, Mawardi, belum lama ini.
Menurut dia, rute ke perbatasan yang sudah dilayani armada angkutan yakni Sintang-Merakai (Ketungau Tengah). Perusahaan angkutan yang membuka trayek adalah Damri.
“Sudah tiga bulan terakhir beroperasi. Angkutan ini sifatnya perintis. Izin kita (Dishub Sintang) yang mengeluarkan,” terangnya.
Memang, lanjut Mawardi, Damri lah yang ditawari menjadi armada perintis menuju perbatasan. Damri merespon positif begitu tawaran disampaikan. Rute yang dilayani Sintang-Merakai pulang pergi. Sebelumnya, memang tidak ada angkutan umum yang melayani rute ke sana. Kecuali sebatas angkutan pribadi.
Hanya saja, baru hitungan bulan rute Sintang-Merakai dilayani, Damri terpaksa menghentikan operasional. Pemicunya masalah infrastruktur. Mereka terhambat di akses pada ruas jalan Simba jaya yang digenangi air. Jalan tak bisa dilalui, dan memang sangat berat medannya, begitu berisiko kalau tetap dilintasi.
“Saya belum tahu sekarang sudah bisa jalan atau masih berhenti operasionalnya,” kata Mawardi.
Beberapa waktu lalu, Komisi B DPRD Sintang sempat meninjau langsung kerusakan jalan di daerah Simbak, Kecamatan Binjai. Ruas jalan tersebut penghubung ke empat kecamatan dari ibukota kabupaten. Tidak terkecuali menjadi akses penghubung menuju perbatasan. Namun kondisinya amat memprihatinkan. Saat hujan, becek dan mudah digenangi air.
Salah seorang warga, Abdul Hakim mengatakan, sempat menyaksikan Damri rute Sintang-Merakai begitu beratnya melintasi medan trayek yang dilalui. Saat menyusuri jalan Simbak di Binjai, Sopir Damri dipaksa keadaan. Harus piawai karena jalan berlumpur dan banyak kubangan. “Miring-miring mobil kalau melintasi,” tuturnya.
Laporan: Achmad Munandar
Editor: Kiram Akbar