Midji Puji Pengamanan Pileg dan Pilpres

FOTO BERSAMA. Gubernur Kalbar, Sutarmidji, dan penyelenggara pemilu usai pemberian penghargaan KPU Kalbar kepada jajaran Forkompimda yang membantu menyukseskan Pemilu Pilpres dan Pileg 17 April 2019, Senin (28/10) di Grand Mahkota Hotel. Humas Pemprov Kalbar for RK

Pontianak-eQuator.co.id. Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April lalu, yang ratusan nyawa petugas KPPS-nya berguguran, diklaim berhasil. Dari segi pengamanan.
Aparat TNI-Polri dinilai sukses meredam gejolak. Pemilu 17 April 2019 memang panas. Politik identitas sangat kentara. Nyaris memecah belah. Untung saja, potensi konflik akibat perbedaan politik yang membelah masyarakat akar rumput tak terjadi. Meski riak-riak sempat muncul.
“Saya ucapkan terima kasih kepada jajaran TNI dan Polri yang sudah menjaga kemanan wilayah Kalbar dengan baik saat pemilu,”ucap Gubernur Sutarmidji saat pemberian penghargaan KPU Kalbar kepada jajaran Forkompimda yang berhasil menyukseskan Pemilu 17 April 2019, di Grand Mahkota Hotel, Senin (28/10).
Tahun 2021, masih ada agenda-agenda pemilu. Di Kalbar, setidaknya ada 7 Kabupaten yang akan menggelar pilkada serentak tahun depan. Diantaranya, Kabupaten Sambas, Bengkayang, Sekadau, Sintang, Melawi, Kapuas Hulu, dan Ketapang. Nah, Sutarmidji berharap, pilkada serentak di tujuh kabupaten itu juga aman dan lancar.
Mantan Wali Kota Pontianak dua periode itu menilai, tantangan KPU kedepan lebih besar. Sebab, semakin hari dinamika demokrasi semakin kompleks.
Oleh karena itu, pria yang karib disapa Midji tersebut berpesan kepada penyelenggara pemilu. Agar bisa melihat potensi-potensi yang bisa menimbulkan kegaduhan, supaya bisa dicegah sejak dini.
“Kalau tidak, KPU akan repot. Karena TNI-Polri dan jajaran Pemerintah daerah bukan wasit. Tetapi hanya bisa membantu proses Pilkada itu agar berjalan baik dan lancar,” pesannya.
Ketika KPU dan Bawaslu bisa menjalankan fungsinya, menjamin netralitas dan indepedensinya, pasti masyarakat pun mudah diberikan pemahaman politik. Tetapi, lanjut Midji, kalau KPU dan Bawaslu-nya tidak tegas, maka keputusan-keputusannya bisa dipermasalahkan. Kalau itu terjadi, maka semuanya akan jadi repot.
Berkaca di Pilpres dan Pileg, Midji menyebut, fungsi KPU Kalbar dan Bawaslu Kalbar, hingga penyelenggara tingkat kabupaten/kota, sudah melaksanakan tanggungjawabnya sesuai peraturan. “Terima kasih dan apresiasi yang setingi tingginya kepada kinerja KPU, Bawaslu dan jajaran yang telah menyelenggarakan pemilu pada 17 Aprli lalu, dengan baik,” pungkas Midji. (Abd)