Menyambut Era Baru BBM

250
ilustrasi : internet

eQuator.co.id – Pontianak-RK. Masih setia menggunakan Blackberry Messenger? Jika ya, maka bersiap-siaplah. Dalam waktu dekat ini akan ada banyak perubahan penting pada aplikasi berbalas pesan tersebut.

Di era jayanya, Blackberry Messenger berserta perangkat ponsel pintarnya sempat merajai industri gadget baik di Indonesia maupun dunia. Namun belakangan pamor BBM kian merosot. Kinerja mereka tidak lagi semoncer dulu.

Namun nyatanya, di Indonesia masih ada sekitar 63 juta pengguna aktif BBM dari total 200 juta penggunanya di seluruh dunia. Itulah mungkin yang jadi dasar Emtek, sebuah perusahaan raksasa media asal Indonesia membeli platform chatting tersebut. Dengan kesepakatan mencapai 207 juta dolar, Emtek mendapatkan lisensi merek, IP dan tekhnologi pada aplikasi BBM medio Juni silam.

Demi mendongkrak kembali kepopuleran BBM, Emtek kini sedang merancang sebuah rencana besar. Dilansir dari TechinAsia, mereka sedang menggodok berbagai fitur baru untuk BBM dengan menggandeng segudang startup yang ada dalam portofolio investasinya.

Beberapa diantaranya seperti iflix, Vidio.com, Bukalapak, Seekmi, Rumah.com, Karir.com, Reservasi, Kudo, LaKupon, Bridestory Indonesia, www.klikdokter.com dan Bola.net. Semuanya akan ada dalam satu aplikasi BBM.

“Kerja sama kami dengan BlackBerry akan memungkinkan pengguna BBM untuk mengakses konten eksklusif berupa hiburan, teknologi, produk dan layanan digital Emtek yang banyak dicari,” kata Alvin Sariaatmadja, CEO Emtek.

Emtek menginginkan BBM menjadi one-stop-solution untuk semua kebutuhan penggunanya. Dengan menggunakan BBM, pengguna sudah dapat terhubung dengan ekosistem besutan Emtek yang menggabungkan pesan, media sosial, konten, hiburan serta e-commerce. Meski belum resmi diluncurkan, namun rencana Emtek ini tampaknya akan menjadi pesaing serius bagi Go-jek yang juga memiliki visi yang serupa.

“Kami membantu masyarakat Indonesia dalam hidupnya sehari-hari. Misalnya mulai dari bayar billing telepon, sampai membuat appointment dengan dokter bisa dengan BBM,” ujar Alvin.

Namun rencana perubahan ini tidak serta merta disambut gembira oleh para penggunanya. Alfian misalnya, ASN di Dirjen Pajak Kalbar ini mengaku kecewa dengan aplikasi BBM saat ini, “Lebih suka pakai whatsapp, BBM sekarang banyak iklannya,” ujar Alfian.

Ditemui di warung kopi di Gajahmada pada Sabtu (26/11) siang, ia mengaku lebih senang saat dahulu masih menggunakan BBM di ponsel keluaran Blackberry karena tidak ada iklan. “Sekarang minta ampun, iklannya jak bisa invite kita,” ujarnya.

Alfian akhirnya memilih pindah ke ponsel berbasis android karena pilihan aplikasi di ponsel Blackberry sangat terbatas. Kini hampir sebagian besar aktivitas berbagi pesan Alfian dilakukan dengan platform Whatsapp. Namun ia mengaku masih mempertahankan BBM di ponselnya.

“Ndak tahu, cuma simpan aja, siapa tahu dibutuhkan,” ujarnya tanpa memberi alasan jelas.

Menanggapi perubahan yang akan dilakukan Emtek pada Blackberry Messenger, Alfian mengaku tidak begitu tertarik. Ia belum bisa membayangkan seperti apa wujud BBM yang dijanjikan Emtek tersebut.

“Perlunya kan untuk BBM-an, malah aneh kalau ditambah macam-macam,” ujarnya.

Alasan berbeda misalnya dikemekakan Susiana. Perempuan lulusan jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Untan itu mengaku masih menggunakan BBM dengan perangkat Blackberry, selain juga memiliki ponsel android. “Karena tombolnya lebih enak dipakai mengetik,” ujarnya.

Selain itu ia juga malas untuk mengganti kontak yang sudah ada di dalam ponselnya. Ia mengaku terbatasnya aplikasi juga menjadi salah satu kelemahan perangkat ponsel Blackberry.

“Sekarang cuma untuk BBM-an, kirim e-mail sama ngetik,” ujar Susi. “Rasanya nggak bakal terlalu berpengaruh sih, tapi baguslah,” tambahnya menanggapi perubahan yang akan dilakukan Emtek tersebut.

Ia mengaku selain untuk tiga fungsi itu, ia lebih banyak menggunakan ponsel androidnya.

“Kalau nonton video, streaming, browsing, atau main game itu pake android,” ujarnya.

Lisensi enam tahun yang dipegang Emtek untuk Blackberry Messenger tentu akan memberikan berbagai perubahan. Namun bisakah Blackberry Messenger kembali berjaya sebagaimana dahulu? Di dalam negeri, Emtek sudah punya modal dengan gurita bisnis dan industri digitalnya yang luas. Begitupun Blackberry Messenger yang jumlah penggunanya di negeri ini masih tinggi. Tinggal seberapa mampu meramu keduanya dengan cara-cara yang jitu.

 

Reporter: Iman Santosa

Editor: Kiram Akbar