Menkes Lantik Putra Pontianak Jadi Sekjen

Oscar Primadi: Penguatan Kesehatan Perlu Sinergi

15
PELANTIKAN. Oscar Primadi menandatangi berita acara pelantikannya sebagai Sekjen Kemenkes RI di Ruang J Leimena, Gedung Adhyatma, Kemenkes RI, Senin pagi (22/10). Kemenkes for RK

eQuator.co.id – Jakarta-RK. Oscar Primadi dipercaya menjadi orang nomor dua di Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Ya, putra Kota Pontianak itu mengemban tugas sebagai Sekretais Jenderal (Sekjen) Kemenkes RI.

Pelantikan dipimpin langsung oleh Menteri Kesehatan (Menkes), Nila Farid Moeloek di Ruang J. Leimena, Gedung Adhyatma, Kemenkes RI, Senin pagi (22/10). Oscar menjadi Sekjen Kemenkes menggantikan Untung Suseno Sutarjo. Untung Suseno kini sebagai Pejabat Fungsional Analis Kebijakan Ahli Utama.

Menkes menyatakan, posisi Sekjen strategis dalam pelaksanaan tugas koordinasi, pembinaan dan pemberian dukungan manajemen kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Kemenkes. Sekjen juga sangat memiliki andil dalam mendorong proses penyelenggaraan administrasi dan hubungan kerja dengan kementerian dan lembaga lain yang terkait.

“Saya yakin dan percaya bahwa dengan pengalaman, prestasi, profesionalisme, kompetensi, dan kinerja selama ini, saudara Oscar Primadi akan mampu menjadi motor penggerak untuk menghasilkan kinerja terbaik,” tutur Menkes dalam sambutannya. Nila berpesan kepada dokter gigi ini agar pengalaman dan prestasi yang telah didapat selama menduduki beberapa jabatan di Kemenkes dimanfaatkan untuk memberikan karya terbaik bagi peningkatan kinerja dan prestasi Sekretariat Jenderal Kemenkes. Sehingga unit utama yang penting ini mampu bergerak semakin dinamis, responsif, efisien dan efektif. “Serta semakin cepat tanggap dan tepat dalam menyikapi dinamika masyarakat serta kemajuan pembangunan kesehatan,” pesan Menkes sebagaimana rilis diterima Harian Rakyat Kalbar.

Oscar yang kelahiran 20 Oktober 1961 ini sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Kepala Dinkes Kalbar, dan Direktur Rumah Sakit Jiwa Singkawang. Dia juga pernah menjadi Kepala Pusat Standardisasi, Sertifikasi dan Pendidikan Berkelanjutan Sumber Daya Manusia Kesehatan Badan PPSDM Kesehatan di tahun 2011. Selanjutnya menjabat sebagai Kepala Pusat Data dan Informasi, Setjen Kemenkes RI tahun 2013. Tahun 2016, peraih gelar Master of Public Health dari Mahidol University Thailand ini juga pernah menjabat sebagai Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat sampai dengan 19 Februari 2018. Sebelum dilantik sebagai Sekjen, belum lama ini Oscar menjabat Inspektur Jenderal Kemenkes.

Sementara itu, Oscar mengatakan, dari sisi infrastruktur dan Sumber Daya Manusia (SDM) khusus di daerah, dalam pelayanan kesehatan, sejauh ini masih perlu dibenahi. Perlu penguatan dan koordinasi baik di tingkat daerah maupun pusat. Dengan harapan agar lebih berdaya dalam melaksanakan pembangunan kesehatan.

Terkait Kesehatan, sejauh ini masih dinilai belum dapat diperoleh secara maksimal oleh masyarakat. Baik itu di kawasan perkotaan, terlebih di pedalaman. Dalam perwujudannya tentu tidak dapat dibangun oleh Kemenkes saja. Akan tetapi harus melibatkan semua sektor serta penguatan-penguatan dalam upaya menciptakan kebersamaan koordinasi terhadap Kemenkes.

“Sebagai orang yang membantu Kemenkes tentu di dalam upaya penguatan koordinasi, peranan Sekjen dalam hal ini sangat diharapkan. Saya ingin hal ini betul-betul terwujud dalam upaya yang lebih konkrit, maka dari itu perlu diberikan penguatan koordinasi eksternal dan internal keprograman,” terangnya.

Di Kemenkes sendiri, kata Oscar, dilakukan beberapa  penanganan. Di antaranya pelayanan kesehatan dalam pengendalian penyakit, pengendalian kefarmasian, dan SDM kesehatan. “Hal ini lah yang harus dilakukan secara sinkron” sebutnya.

Bahkan, terkait kesehatan sendiri, kedepan nantinya akan dikaitkan dengan RPJM yang baru. Menghadapi masa pembangunan, dimana jangka menengah nasional akan dibuat.

“Ini tertumpu kepada bagaima dikesekjenan melakukan itu, sehingga pencapaian yang terukur, isu persoalan kesehatan masih jadi PR bersama dapat dilakukan dengan baik,” jelasnya.

Oscar mencontohkan, mengenai pelaksanaan program BPJS Kesehatan, perlu adanya upaya sinkronisasi. “Ini dilakukan agar tidak menimbulkan masalah dan dapat membantu beban masyarakat,” jelasnya.

Dikatakannya, masih banyak daerah terpencil yang perlu dilakukan banyak penguatan. Penanganannya lebih spesifik dan terstruktur. “Kita harus melengkapinya baik dari infrastruktur sarana prasarananya maupun SDM-nya” sebutnya.

Untuk itu, sambung Oscar, pihaknya akan melakukan penguatan- penguatan. Namun koordinasi dengan melibatkan seluruh pihak tentu dibutuhkan. Termasuk pemerintah dimana dalam hal ini Pemda dapat merencanakan lebih baik.

“Kita akan mensupport lebih kuat dari pusat agar di daerah lebih berdaya dalam melaksanakan pembangunan kesehatan,” pungkasnya.

Sekjen kata Oscar, memiliki fungsi koordinatif dan komunikatif. Dalam waktu singkat bagaimana yang berkenaan dengan kesehatan masyarakat bersifat langsung dan tidak langsung dapat dijalankan dengan baik

Terkiat RSUD Sudarso Pontianak, dia berharap dapat betul-betul jadi rumah sakit rujukan nasional. Dia menaruh harapan besar, apalagi Gubernur Kalbar berkomitmen mewujudkannya. “Komit untuk bangun kesehatan pelayanan khusus rumah sakit akan dibenahi. Pusat akan mensupport sesuai apa yang diusulkan daerah. Tidak hanya infrastruktur, SDM dan pengutan manajerial tata kelola kami wajib melakukan penguatan,” tutup Oscar.

Terpisah, Kepala Dinkes Kalbar Andy Jap mengapresiasi dan mengucap selamat atas dilantiknya Oscar sebagai Sekjen Kemenkes. “Turut bangga dan selamat atas dilantikanya pak Oscar sebagai Sekjen Kemenkes,” katanya kepada Rakyat Kalbar, Senin (22/10).

Andy berharap dengan menjabatnya sebagai Sekjen Kemenkes, seluruh program di Kalbar lebih diperhatikan. Termasuk memperhatikan pembangunan RSUD Soedarso yang juga menjadi atensi Gubernur Kalbar, Sutarmidji.

“Tentu kita berharap perhatiannya akan Kalbar akan semakin bertambah sejalan dengan program prioritas Gubernur Kalbar salah satunya pembenahan RSUD Soedarso,” harapnya.

Sebelumnya saat menjabat Irjen Kemenkes, Oscar beberapa kali hadir mendampingi Menkes saat kunjungan kerja di Kalbar.

“Beberapa kali hadir di Pontianak, tentu setelah dilantik perhatian beliau akan lebih besar terutama dalam pengembangan program kesehatan di Kalbar,” tuturnya.

Andy mengaku mengenal sosok Oscar sejak tahun 1989. Waktu itu Oscar masih bertugas di RSUD Soedarso. Menurutnya, Oscar memiliki pribadi yang sangat sederhana, simple, rendah hati dan memang tipe pekerja serius.

“Jadi waktu saya pertama kali ke Kalbar, beliau yang menyambut. Saya sangat-sangat salut lah beliau memang sangat lowprofile dan ramah dan memang tipe pekerja yang selalu serius dalam hal pekerjaan,” ungkapnya.

Dari awal pertemuan itulah ia dan Oscar memiliki kedekatan khusus. Ia juga ingat, Oscar sempat menjabat sebagai kepala Dinkes Kalbar saat periode Gubernur Usman Ja’far. Pada saat itu, dirinya masih bertugas di Kabupaten Sanggau. “Intinya jangan hanya sekedar minta untuk diperhatikan. Tapi kita sendiri harus mau lebih serius untuk berbenah,” pungkas Andy.

 

Laporan: Rizka Nanda, Nova Sari

Editor: Arman Hairiadi