Mengakali Teknologi

Empat pembicara, peserta dan admin webinar saling terpisah. Tetapi klien ingin yang tampil di layar utama hanya dua saja. Bagaimana caranya?

 

Permintaan klien ini memang tidak lazim. Default ttampilam layar yang disediakan aplikasi Zoom webinar itu hanya ada dua model: Speaker view dan gallery view. Speaker view berarti hanya yang berbicara yang tampil di layar utama. Sedangkan pada gallery view semua tampil dengan ukuran yang sama.

 

Klien ngotot tidak mau kalau yang tampil di layar besar hanya satu pembicara. Harus bisa dua orang. Bagaimana pun caranya. ”Dua orang itu akan meresmikan proyek kerjasama mewakili institusinya masing-masing. Yang satu mewakili Bank Indonesia. Yang satu mewakili Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia,” kata klien.

 

Sebenarnya bukan tidak bisa. Tetapi perlu operator yang menguasai teknik khusus. Juga perlu beberapa peralatan khusus.

 

Operator Jagaters sudah menguasai teknik itu sejak lama. Tetapi sangat jarang dipraktikkan. Apalagi sejak Covid-19 mewabah. Hampir seluruh jam kerja habis untuk melayani permintaan klien. Berarti nyaris semua peralatan digunakan untuk produksi.

 

Selalu tidak pernah cukup. Orangnya ada, alatnya kurang. Atau sebaliknya. Belum pernah ketemu situasi yang dua-duanya sama-sama cukup. Sampai kejadian tadi malam itu.

 

Biasanya, dalam layanan jarak jauh, sebuah acara webinar cukup dikelola satu hingga dua operator saja. Sebab tidak ada permintaan khusus dalam penampilan video pada layar. Semua menggunakan tayangan normal.

 

Ndilalah ada satu acara besar yang ditunda secara mendadak. Padahal peralatan studio sudah selesai set up. Sudah siap digunakan.

 

Begitu terjadi pembatalan, peralatan studio dibongkar kembali. Semua komputer digunakan untuk mengatasi permintaan klien itu tadi. Perlu sepuluh komputer untuk mengelolanya. Empat untuk pembicara. Satu untuk pembaca doa. Satu untuk MC. Satu untuk admin, satu asisten, dan satu untuk monitoring.

 

Lima komputer untuk pembicara itu digunakan untuk meng-capture video. Setiap komputer untuk satu pembicara. Begitu pun komputer untuk MC dan pembaca doa. Hasil capture kemudian disusun ulang kemudian di-stream kembali ke server Zoom webinar.

 

Alhamdulillah. Hasilnya sesuai dengan harapan.

 

Pengalaman ini menginspirasi saya untuk mengekplorasi aplikasi Zoom webinar lebih jauh lagi. Jagaters berarti bisa mengelola upacara akad nikah dan resepsi pernikahan online di mana pun walau operator berada di studio Jakarta.

 

Ini sungguh keren Ini benar-benar the power of kepepet. (jto)

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!