Ma’ruf Amin Luncurkan Rumah Aspirasi

7
UNTUK BERKOMUNIKASI DENGAN RAKYAT. Rumah Aspirasi Rakyat #01 di Jalan Proklamasi Jakarta Minggu (4/11). Jawa Pos Photo

eQuator.co.id – JAKARTA–RK. Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN KIK) Joko Widodo-Ma’ruf Amin berupaya semakin dekat dengan masyarakat. Mereka pun menyiapkan wadah untuk menampung aspirasi rakyat. Publik bisa menyampaikan pendapat, gagasan, dan usulan mereka melalui Rumah Aspirasi Rakyat #01 di Jalan Proklamasi yang diluncurkan kemarin (4/11).

Calon wakil presiden nomor 01 Ma’ruf Amin mengatakan, segala aspirasi masyarakat bisa disampaikan melalui rumah aspirasi. ”Kami ingin membangun komunikasi dan berinteraksi dengan rakyat,” terang Ma’ruf saat peluncuran Rumah Aspirasi Rakyat kemarin.

Pihaknya berjanji membangun komunikasi yang positif. Bukan komunikasi yang penuh makian. Bukan pula komunikasi yang penuh konflik dan benturan yang akhir-akhir ini kerap muncul. ”Kami ingin mewujudkan cara itu di rumah aspirasi,” mantan rais aam PB NU itu.

Sementara itu, Sekretaris TKN KIK Hasto Kristiyanto mengatakan, rumah aspirasi menjadi wadah kreativitas masyarakat untuk mendukung Jokowi-Ma’ruf. Siapa pun boleh datang menyampaikan aspirasinya. Baik kaum ibu-ibu, anak-anak muda, maupun para guru.

Politikus asal Jogja itu menambahkan, ada 30-an orang yang selalu berjaga di rumah aspirasi. Mereka siap menerima keluhan, ide, dan gagasan dari masyarakat. Aspirasi yang masuk akan diolah oleh tim kampanye, kemudian dimasukkan menjadi kebijakan pada pemerintahan ke depan.

Kepala Kantor Rumah Aspirasi Rakyat #01 Deddy Yevri Sitorus menambahkan, akan ada banyak kegiatan yang dilaksanakan di tempat itu. Pihaknya sudah menyusun agenda kegiatan mulai Selasa–Minggu.

Selasa akan diisi diskusi tentang politik. Salah satunya tentang kepemiluan. ”Selasa jadi political day,” tuturnya. Rabu diisi dengan agenda kebudayaan. Sementara itu, Kamis digunakan untuk diskusi tentang kemajuan Indonesia. ”Kamis jadi pintar bareng,” papar dia.

Pada Jumat, akan diadakan penampilan musik yang bisa dinikmati masyarakat luas. Sementara itu, Sabtu diperuntukkan kaum milenial. Mereka akan membahas teknologi, start-up, dan pembahasan lain yang sesuai dengan anak muda. Minggu dikhususkan untuk kaum ibu-ibu. Yang boleh datang bukan hanya relawan, melainkan juga masyarakat. ”Komunitas-komunitas juga bisa datang,” ungkapnya. (Jawa Pos/JPG)