Martono, Korban Jatuhnya Lion Air JT 610 Berasal dari Singkawang

36
Jenazah Martono, 36, korban pesawat jatuh Lion Air JT 610 yang disemayamkan di Yayasan Tanjung Bhakti Sakok, Jl Padang Pasir, Kecamatan Singkawang Selatan, Sabtu (10/11) SUHENDRA RK
Jenazah Martono, 36, korban pesawat jatuh Lion Air JT 610 yang disemayamkan di Yayasan Tanjung Bhakti Sakok, Jl Padang Pasir, Kecamatan Singkawang Selatan, Sabtu (10/11) SUHENDRA RK

eQuator.co.id – Singkawang. Tragedi jatuhnya pesawat terbang Lion Air JT 610 di Tanjung Karawang, Jawa Barat dengan rute Jakarta ke Pangkal Pinang pada Senin (29/10) menyisakan luka yang mendalam bagi keluarga korban Martono, 36, di Singkawang.

Martono, pria yang beralamat di Pasar Turi, Singkawang merupakan satu diantara korban dari 181 penumpang dan 8 awak yang meninggal dalam kecelakaan tersebut. Saat ini jenazah korban sudah berada di Yayasan Tanjung Bhakti Suci Sakok, Jl Padang Pasir, Kecamatan Singkawang Selatan, Sabtu (10/11).

“Kemarin dia mau antar mertuanya ke Bangka Belitung, dan sekitar pukul 10 lewat saya dapat kabar dari Jakarta, anak saya menjadi korban,” ujar Tjhin Tji Fan alias Afan, ayah korban.

Usai mendapat kabar tersebut, dia bersama satu orang anaknya yang lain langsung berangkat ke Jakarta. “Saya dijemput di hotel kemudian dibawa ke RS Polri, bolak balik selama tujuh hari dan baru sampai di sini (Singkawang,red) hari kedelapan,” katanya.

Berdasarkan penjelasan Tjhin Tji Fan alias Afan, bahwa kondisi tubuh sudah korban sudah tidak utuh. “Tinggal tangan, kaki dan badan sedikit,” ujarnya. (hen/miq)