Mari Gunakan Hak Pilih

KPU: Debat Terakhir 21 Juni 2018, Pukul 16.00-17.30 WIB, di Hotel Aston Pontianak

29
Ilustrasi-RMOL

eQuator.co.idPontianak-RK. Penyelenggaraan Pilkada serentak di Provinsi Kalbar tidak lama lagi. Bagi yang sudah mempunyai hak pilih, gunakan secara cermat. Sesuai akal dan nurani.

Pj. Gubernur Kalbar, Dodi Riyadmadji, mengimbau masyarakat harus ikut menyuarakan haknya itu. Ikut menentukan siapa yang akan menjadi pemimpinnya.

“Partisipasi politik bapak dan ibu sekalian sangat dipengaruhi oleh bagaimana pikiran dan suasana yang berkembang di masyarakat. Sekali lagi tolong gunakan hak pilih secara sehat,” tutur Dodi, beberapa hari lalu.

Untuk ASN, ia meminta netralitas dijaga. Jadikan pilkada ini sebagai ruang untuk menunjukkan kedewasaan dalam hidup berdemokrasi. Memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk dapat memilih pemimpin sesuai hati.

“Sehingga pilkada di Kalbar dapat berjalan dengan aman dan sukses sesuai dengan program Tri Sukses,” jelas Dodi. “Pilkada sukses, penyelenggaraan pemerintahan sukses, dan sukses di pertumbuhan ekonomi,” imbuhnya.

Ia juga meminta agar kekompakan, kedamaian dan keharmonisan kehidupan bermasyarakat terus dijaga. “Sampaikanlah pesan-pesan yang menyejukkan, menyentuh hati, dan menghindari perbedaan,” pesan Dodi.

Senada, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalbar, Ramdan. Ia mengimbau seluruh masyarakat menjaga kondusifitas. “Situasi yang sudah kondusif ini kita jaga. Ini kan pesta, yaa kita laksanakan dengan ceria dengan gembira,” ujar Ramdan kepada Rakyat Kalbar, Senin (18/6).

Mantan Ketua KPU Singkawang ini juga mengingatkan masyarakat untuk datang ke tempat pemungutan suara (TPS) dan menggunakan hak pilihnya. Pada tanggal 27 Juni 2018.

“Dalam rangka menggairahkan partisipasi pemilih pilkada di Kalbar,” ungkapnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk dapat menyaksikan debat publik Pilgub Kalbar 2018 putaran terakhir di Stasiun Televisi Republik Indonesia (TVRI) Nasional. Debat publik dilaksanakan tanggal 21 Juni 2018. Pukul 16.00-17.30 WIB di Hotel Aston Pontianak.

“Karena pelaksanaannya sore, maka kita perlu kerja sama untuk mensosialisasikan waktunya yang berubah,” pungkas Ramdan.

 

Laporan: Maulidi Murni, Rizka Nanda

Editor: Mohamad iQbaL