‘Mama Minta Pulsa’ Tak Mempan Bagi Warga Pontianak dan Kubu Raya

ilustrasi. net

eQuator – Pontianak-RK. Penipuan dengan modus ‘Mama Minta Pulsa’ melalui telepon maupun short massage service (SMS), ternyata tak mempan bagi warga Kota Pontianak dan Kubu Raya.

Kasus penipuan ini diungkap Dit Reskrimum Polda Metro Jaya. Namun di Kalbar, khususnya di Kota Pontianak dan Kubu Raya, belum ada laporan yang diterima kepolisian.

Warga Kota Pontianak, Desi, 30, mengaku sering di-SMS bahkan ditelepon penipu dengan modus ‘Mama Minta Pulsa’. “Sudah sering saya mendapatkan SMS penipuan atau pun telepon. Terutama tentang ‘Mama Minta Pulsa, Saya Lagi di Kantor Polisi’,” ungkap Desi kepada wartawan.

Lanjutnya, karena dirinya sudah tahu bahwa hal tersebut adalah penipuan, jadi tidak pernah dihiraukannya. “Tapi saya tetap harus waspada. Saya kan jualan pulsa juga, takut saja penipu seperti ini nantinya membuat saya lalai dan mengira itu langganan saya,” katanya.

“Kalau pelaku menelpon menggunakan suara anak yang menangis dan mengatakan sedang berada di kantor polisi, dengan alasan mengalami kecelakaan. Padahal anak saya ada dengan saya. Langsung saja saya matikan telpon dari penipu itu,” sambungnya.

Serupa juga dialami Angku warga Kota Pontianak lainnya. Dia menjelaskan, pelaku mencoba menipunya via SMS ‘Mama Minta Pulsa’. Tidak hanya itu, dirinya juga pernah ditelepon oleh pelaku penipuan. “Kemarin saja, saya tiba-tiba ditelepon nomor yang tidak dikenal. Saya angkat langsung ada suara anak nangis, panggil saya minta tolong karena sedang berada di kantor polisi,” ungkap Angku.

“Ini siapa saya bilang gitu. Saya pancing saja. Langsung saya tanyakan keberadaannya. Tidak lama kemudian suara naak kecil tadi berganti dengan suara orang dewasa yang mengaku sebagai polisi,” sambungnya.

Angku berharap pihak berwajib bisa menangkap pelaku-pelaku penipuan seperti ini. Karena bukan tidak mungkin, pasti ada warga yang tertipu dan mengira benar anak mereka mengalami kecelakaan. Lalu tanpa pikir panjang, mereka dengan mudah diperdaya dan mengirim uang atau pulsa kepada sang pelaku.

Kasat Reskrim Polresta Kota Pontianak, Kompol Andi Yul Lapawesean mengatakan, jajarannya belum pernah menangani kasus penipuan tersebut. “Belum ada korban di wilayah hukum Polresta Pontianak (Kota Pontianak/Kubu Raya). Sehingga kami belum pernah menangani kasus seperti ini,” jelas Kompol Andi Yul.

Walaupun belum ada laporan dan belum pernah menangani, Kompol Andi Yul meminta masyarakat jangan mudah percaya terhadap SMS dan harus waspada. “Misalnya ‘Mama Minta Pulsa’, mengaku pejabat, baik pemerintahan atau publik dan modus salam kenal, sebaiknya masyarakat crosscheck terlebih dahulu, sehingga tidak menjadi korban penipuan,” ungkap Kompol Andi Yul. (zrn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.