Mahathir Diinterogasi Polisi

87
SAAT IKUT DEMO. Mantan PM Malaysia, Mahathir Mohamad, saat tiba di lokasi demonstrasi anti-PM Najib Razak. JPNN

eQuator – Kehadiran Mahathir Mohamad dalam rangkaian aksi Bersih 4 pada akhir Agustus lalu berbuntut panjang. Terkait dukungan sang mantan perdana menteri (PM) terhadap massa yang menuntut lengsernya PM Najib Razak itu, Kepolisian Malaysia (Polis Diraja Malaysia) sampai harus menginterogasinya Jumat (6/11).

Haniff Khatri Abdulla, pengacara Mahathir, mengatakan bahwa tiga polisi datang ke kantor kliennya di gedung Albukhary Foundation, kawasan Bukit Aman, Kuala Lumpur. Tiga polisi yang tiba sekitar pukul 11.00 waktu setempat itu adalah Superintendent Azham Othman, Asisten Komisioner Muniandy, dan Asisten Komisioner Chey.

“Mereka melakukan interogasi sekitar 45 menit,” ujarnya.

Saat menjawab pertanyaan polisi, menurut Haniff, ada tiga pengacara dari kantornya yang mendampingi Mahathir. Secara garis besar, interogasi berjalan lancar.

“Klien saya menjawab sebagian besar pertanyaan yang mereka ajukan. Tapi, atas nasihat kuasa hukum yang kami kirim, beliau tidak menjawab pertanyaan yang terlalu berisiko,” lanjutnya setelah bertemu Mahathir.

Haniff mengatakan bahwa polisi mengajukan berbagai pertanyaan kepada kliennya. Baik itu pertanyaan yang ada kaitannya dengan aktivitas politik Mahathir maupun keberpihakan PM terlama Malaysia tersebut terhadap massa Bersih 4. Kelompok yang sebagian besar anggotanya adalah tokoh dan aktivis oposisi itu menuntut Najib mundur dari jabatannya.

Sebab, mereka yakin rumor keterlibatan Najib dalam korupsi USD 700 juta (sekitar Rp 9,48 triliun) itu sangat nyata. Meskipun hingga sekarang sang kepala pemerintahan terus membantah dugaan tersebut. Hal yang sama dilakukan 1 Malaysia Development Berhad (1MDB). Lembaga investasi yang lahir atas prakarsa Najib itu menepis tudingan korupsi tersebut.

Dugaan skandal korupsi yang melibatkan Najib dan 1MDB itu memanaskan Malaysia. Selama dua hari massa Bersih 4 berunjuk rasa di ibu kota. Mereka mendesak Najib menjelaskan asal-usul dana yang sempat ngendon di rekening pribadinya tersebut. Sebagian besar publik Malaysia tidak puas dengan penjelasan Najib yang mengatakan bahwa dana itu adalah donasi dari Timur Tengah.

Dalam rangkaian unjuk rasa yang terpusat di sekitar kawasan Dataran Merdeka tersebut, Mahathir memang muncul. Tokoh 90 tahun itu muncul dua kali. Yang pertama, dia sekadar muncul di tengah kerumunan sebagai bentuk dukungan moral. Dalam kemunculan kedua, dia berkomentar tentang skandal yang menciptakan krisis politik dalam negeri Malaysia tersebut.

Saat itu, Mahathir mendesak Najib memberikan penjelasan secara terperinci kepada publik tentang tuduhan korup tersebut. Kata-kata sang negarawan yang pernah merintis karir sebagai dokter itulah yang menjadi senjata polisi untuk menjeratnya secara hukum. Namun, sampai interogasi usai dan Haniff mengadakan unjuk rasa, status Mahathir tidak berubah. Polisi belum menjadikan dia saksi, apalagi tersangka.

“Tun (Mahathir) berada dalam kondisi yang sehat dan fit. Beliau sangat paham dengan apa yang sedang dia hadapi saat ini. Dan, jawaban-jawaban yang dia berikan tadi cukup menjelaskan segalanya,” papar Haniff. Kendati polisi telah merekam interogasi itu dan mengaku mendapatkan cukup informasi, bisa jadi mereka akan datang lagi dan kembali menginterogasi Mahathir.

“Semua yang harus disampaikan (kepada polisi) telah disampaikan dengan baik oleh klien saya. Sepertinya, tidak ada yang kurang jelas. Tapi, selalu ada kemungkinan polisi melakukan interogasi lagi,” urai Haniff. Dia pun mengaku siap memberikan pendampingan dan nasihat hukum kepada kliennya tersebut.

Haniff menyatakan, Mahathir mendapatkan informasi tentang interogasi itu dari kepolisian sejak awal pekan. Sementara itu, dia dan timnya baru mendapatkan surat pemberitahuan pada Rabu lalu (4/11). Dia yakin jika polisi masih membutuhkan lebih banyak keterangan dari Mahathir, dirinya dan kliennya akan mendapatkan pemberitahuan terlebih dahulu. (freemalaysiatoday/themalaysianinsider/bloomberg/Jawa Pos/JPG)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here