Lomba Clean and Green City

Ilustrasi.NET

eQuator – RW/029 di Jalan Apel, Komplek Pemda, Kelurahan Sungai Jawi Luar, Kecamatan Pontianak Barat berhasil meraih juara pertama Lomba Clean and Green City (CGC).

Sementara posisi runner-up diraih RW/018 di Jalan HM Suwignyo, Kelurahan Sungai Jawi, Kecamatan Pontianak Kota. Sedangkan RW/028 di Jalan Karet, Komplek Surya Kencana I, Kelurahan Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat menduduki juara ketiga sebagai lingkungan hijau dan bersih.

Sebagai juara favorit diukir RW/007 Kelurahan Tanjung Hulu, Kecamatan Pontianak Timur. Pemenang lomba CGC tersebut menerima hadiah dan piagam penghargaan dari Wakil Walikota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono usai upacara peringatan Hari Pahlawan di halaman Kantor Walikota Pontianak, Selasa (10/11).

Ketua RW/007 yang beralamat di Perumnas III, Gang Mentibu, Kelurahan Tanjung Hulu, Kecamatan Pontianak Timur, Sukardi mengaku, terpilihnya lingkungan di RW yang dipimpinnya sebagai juara favorit Lomba CGC, lantaran keberhasilan warga dalam memanfaatkan lingkungan khususnya drainase. Sebab di wilayah itu lahan yang ada sangat terbatas sehingga ia pun berinisiatif untuk memanfaatkan saluran air yang sudah diturap beton serta dibersihkan sebagai wadah memelihara ikan nila dan lele dengan menggunakan jaring.

“Saya undang warga rapat untuk membahas ide ini. Memang awalnya masyarakat kurang merespon ini, tetapi setelah beberapa bulan hasil panen ikan itu lumayan. Akhirnya warga pun tertarik dan ikut menjalankannya,” terangnya.

Selain drainase bersih karena dijaga kebersihannya, warga di lingkungan itu pun ikut merasakan manfaatnya. Ikan-ikan hasil panen perdana 200 kilogram lebih itu pun dirasakan warga secara bersama-sama untuk dikonsumsi.

“Rencananya akan kita tingkatkan lagi hasil budidaya ikan ini untuk konsumtif atau dilepas di pasaran,” kata Sukardi.

Tidak hanya memanfaatkan saluran air, pihaknya juga melakukan pengelolaan sampah menjadi kompos. Kompos-kompos itu dimasukkan dalam polibeg untuk ditanami cabai, sawi dan sayur-sayuran.

“Harga jualnya lumayan berkisar antara Rp20 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Pontianak, Multi Juhto Bhatarendro menjelaskan, digelarnya lomba CGC ini sebagai upaya mendorong partisipasi masyarakat di tingkat rumah tangga dan RT/RW dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan hijau oleh pepohonan.

“Ketika itu sudah berjalan dengan baik maka secara keseluruhan Kota Pontianak bisa menjadi kota yang hijau dan teduh,” paparnya.

Ada pun kriteria penilaian CGC adalah di lingkungan rumah masing-masing ditanami pohon-pohon, menjaga kebersihan lingkungan serta mengelola sampah dengan baik.

“Terutama yang kami pantau benar yakni drainase. Parit-parit yang kecil, sampah-sampah maupun rumput-rumput yang ada di lingkungan masing-masing,” tuturnya.

Selanjutnya, lanjut Multi, apabila lingkungan bersih dan hijau sudah terwujud dengan baik maka pihaknya akan mengalihkan pada pengelolaan sampah di lingkungan masyarakat. Caranya, dengan menyiapkan bank sampah di lingkungan masyarakat untuk mengubah pemanfaatan sampah. Sampah-sampah itu biasanya langsung dibuang dari Tempat Pembuangan Sementara (TPS) ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Diubah dengan memberdayakan masyarakat setempat untuk memanfaatkan sampah-sampah rumah tangga menjadi sesuatu yang berguna.

“Beberapa diantaranya yang bisa dilakukan masyarakat, seperti mengubah sampah menjadi kompos atau kerajinan tangan,” jelasnya.

Upaya lainnya, pihaknya juga berencana akan mengelola Instalasi Pengolahan Air Limpah (IPAL) dengan membuat IPAL Komunal pada 2016. IPAL Komunal ini diperuntukkan bagi 10 hingga 20 rumah tangga.

“Sehingga secara keseluruhan kita membuat nyaman dan menyenangkan ketika kondisi lingkungan menjadi bersih, sehat dan hijau,” ulasnya. (agn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.