Lokasi Olahraga Tradisional di SSA segera Dipersiapkan

394
PERLOMBAAN ENGGRANG. Seorang bapak dengan hati-hati mengatur langkah dalam perlombaan enggrang yang digelar bersamaan dengan rangkaian agenda Haornas 2015, di Alun-Alun Kapuas. FIKRI A KBAR /RK

eQuator – Secara bertahap, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalbar akan membenahi satu persatu aset olahraga yang berada di komplek Stadion Sultan Syarif Abdurrahman (SSA) Pontianak, di Jalan Jenderal Ahmad Yani.

Selain beberapa sarana dan prasana cabang olahraga yang ada, Dispora juga akan mendesain sarana khusus bagi olahraga tradisional atau olahraga rekreasi.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalbar, Syawal Bondorekso yang diwawancarai di kantornya, Kamis (26/11) menyampaikan, olahraga kreasi yang juga diperuntukkan bagi masyarakat itu akan ditata di depan Kantor KONI Kalbar atau tempat lokasi latihan para atlet Perpani (Persatuan Panahan Indonesia) Kalbar saat ini.

“Satu areal itu dipakai. Akan kita padukan dengan olahraga masyarakat, olahraga rekreasi. Jadi di situ akan kita buat areal untuk senam, kemudian kemungkinan untuk areal outbond. Karena outbond inikan pengertiannya olahraga pendidikan, berolahraga sambil bermain,” ulasnya.

Sembari hal tersebut berjalan, pihaknya juga sambil membenahi area tempat latihan panahan. Menurut Syawal, dalam lokasi yang saling berdekatan nantinya itu akan dipasangi pagar.

“Dalam kawasan panahan, ada jogging track, senam, mungkin kita pagar. Makanya nanti kita atur pemakaiannya. Panah bisa kita padukan dengan olahraga sumpit,” ulasnya.

Kendati mengaku lupa berapa luas area yang akan dibenahi untuk latihan panahan sekaligus olahrga rekreasi masyarakat tersebut, namun Syawal mengaku lahan yang ada cukup mengakomodir kepentingan masyarakat yang mau berolahraga di sana.

“Untuk arealnya cukup, hanya saya lupa berapa persisnya, kalau keseluruhan (komplek) 22, 4 hektar. Tapi kita bertahap, karena dananya juga (minim), akan kita tata pelan-pelan,” paparnya.

Terkait dengan olahraga tradisional ini, sebelumnya Pemerintah Kota Pontianak juga berencana akan menyelenggarakan kejuaraan khusus bagi cabang-cabang olahraga ini.

Sementara itu, Wakil Walikota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyampaikan, ke depan olahraga tradisional nantinya tidak hanya sebagai ajang olahraga rekreasi bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ajang olahraga bernilai prestasi.

“Bisa kita dapatkan para atlet atau pemain yang sudah terampil, sementara ini levelnya disisipkan dulu,” katanya.

Bagi Ketum Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Formi) Kota Pontianak tersebut, sejauh ini masyarakat perlu terlebih dahulu mendapatkan sosialisasi tentang menumbuhkembangkan olahraga tradisional. Setelah cabang-cabang olahraga tradisional ini sudah kental di masyarakat maka akan digelar kejuaraan khusus.

“Seperti hari ini tadi kita lihat ada lomba karung sama lomba enggrang. Kita selalu sisipkan setiap ada kejuaraan-kejuaraan seperti ini dan sekarang kita sudah ada (kelompok) pecinta olahraga tradisional. Yang tujuannya untuk membangkitkan lagi kearifan lokal permainan tradisional kita,” ujar Edi Rusdi Kamtono yang kala itu usai menyerahkan piala lomba lari pada peringatan Haornas, beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, Edi bercita-cita bahwa perlombaan olahraga tradisional tidak hanya terlihat pada momen-momen tertentu saja. Momen kemerdekaan 17 Agustus misalnya, tapi bisa menjadi agenda rutin pada acara HUT-HUT instansi dan sebagainya.

“Nanti kalau ada tingkat nasional atau bahkan tingkat dunia kita ikutkan juga. Karena sekarang ini, olahraga tradisional ini dia bukan olahraga prestasi, tetapi olahraga rekreasi untuk memberikan kegembiraan, interaksi masyarakat, silaturrahim dan lainnya. Jadi sambil berjalan, kita terus sisipkan perlombaan-perlombaan olahraga tradisional ini,” ulasnya.

Reporter: Fikri Akbar

Redaktur: Andry Soe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here