Laskar Kuning Kalbar Silaturahmi ke Kerajaan Kubu

RAJA KUBU. Tuan Besar Raja Kubu, Syarif Syahril Alaydrus menyambut rombongan Laskar Kuning Kalbar. Laskar Kuning for eQuator.co.id

eQuator.co.id – KUBU. Laskar Kuning Kalimantan Barat mengadakan safari ke kerajaan-kerajaan yang ada di Kalbar, Sabtu (04/01/2020). Kali ini bersilaturahmi ke Kerajaan Kubu.

Kedatangan puluhan anggota Laskar Kuning Kalbar ini disambut Pangeran Kubu, Ahyar. Sementara keesokannya, di Keraton Adrussiyah, Laskar Kuning disambut langsung oleh Tuan Besar Raja Kubu, Syarif Syahril Alaydrus.

Selama dua hari di tanah Kubu, Laskar Kuning mengunjungi situs-situs peninggalan Kerajaan Kubu. Tak cuma Keraton Adrussiyah Kubu, mereka juga mengunjungi Masjid Jami Khairussa’adah, dan berziarah ke Makam Raja-raja Kubu.

“Kami juga berkesempatan bersilaturahmi kepada tokoh masyarakat Kubu Abah H. Bujang,” kata Ketua Laskar Kuning Kalbar, Yansah.

DISAMBUT PANGERAN. Rombongan Laskar Kuning Kalbar disambut Pangeran Kubu Ahyar. Laskar Kuning for eQuator.co.id

Yansah mengucapkan terima kasih atas sambutan Raja dan tokoh masyarakat Kubu tersebut. Dia berharap, safari sejarah yang sama dapat dilakukan ke kerajaan-kerajaan lain, khususnya di Kalbar.

“Saya berharap, ke depan kami bisa bersilaturahmi ke kerajaan lain,” harapnya.

Dijelaskan Yansah, bersilaturahmi ke kerajaan-kerajaan merupakan salah satu program Laskar Kuning Kalbar. Tak hanya untuk mengangkat marwah kerajaan yang ada di Kalbar. Program ini sebagai napak tilas agar lebih mengetahui sejarah-sejarah kerajaan yang ada di Kalbar.

TOKOH MASYARAKAT. Laskar Kuning Kalbar bersilaturahmi ke kediaman tokoh masyarakat Kubu Abah H. Bujang. Laskar Kuning for eQuator.co.id

Menurut Yansah, kerajaan di seluruh Indonesia memiliki peran penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kerajaan punya andil dalam perjalanan terbentuknya Republik Indonesia.

“Perkembangan zaman sekarang, juga tak lepas dari peran kerajaan-kerajaan,” lugasnya.

Yansah berharap, sejarah pembentukan dan perkembangan kerajaan-kerajaan yang ada tidak hilang begitu saja. Sejarah kerajaan mesti diketahui generasi penerus. Dia juga berharap, pemerintah memberikan perhatian serius menjaga dan memelihara situs-situs peninggalan kerajaan. (aRm)