Lahan Jadi Masalah Utama Transmigran

Pelantikan PATRI Kalbar

82
PELANTIKAN. Suasana pelantikan DPD PATRI Kalbar periode 2017-2022 di Gedung PCC, Kamis (8/2) malam. Maulidi Murni-RK

eQuator.co.idPONTIANAK-RK. Kedatangan transmigran untuk merekatkan persatuan dan kesatuan nasional. Dengan adanya transmigran dapat mempertahankan wilayah NKRI.

“Dengan adanya transmigrasi di daerah dan di sepanjang perbatasan, maka persatuan bisa diciptakan,” kata Sekjen DPP Perhimpunan Anak Transmigran Republik Indonesia (PATRI), Sunu Pramono Budi saat melantik DPD PARTI Kalbar periode 2017-2022 di gedung PCC, Kamis (8/2) malam.

Dikatakannya, anggota PATRI bukan hanya dari Pulau Jawa, Bali maupun Lombok. Namun ada pula transmigran setempat atau lokal. Dia berharap dengan kehadiran PATRI, bisa membangun daerah dan bersinergi dengan lintas agama, budaya, pemerintah dan seluruh komponen yang ada.

Ketua DPD PATRI Kalbar, Imam Muhadi mengatakan, PATRI yang  didirikan pada 16 Februari 2004 sebentar lagi akan merayakan ulang tahunnya yang ke 14. PATRI Kalbar, selama ini konsisten untuk mengembangkan pendidikan dengan senantiasa memberikan beasiswa kepada anak-yang tidak mampu. Kemudian juga kerja sama dengan Pemda-Pemda untuk menyalurkan anak-anak transmigrasi yang mempunyai bakat dan prestasi untuk dikuliahkan di beberapa universitas ternama di Indonesia. Bukan lagi ratusan yang dikirimkan, tapi sudah ribuan.

“Saya apresiasi yang luar biasa kepada Pemda Kayong Utara yang selama ini tidak henti-hentinya mengirimkan anak-anak kita, adik-adik kita dari anak-anak transmigrasi untuk diberikan beasiswa baik di Jawa maupun Kalimantan,” ucapnya.

PATRI Kalbar juga selalu konsisten untuk bersama-sama meningkatkan kesehatan masyarakat. Ia memastikan secara kontinyu DPD PATRI Kalbar melaksanakan kegiatan pengobatan dan sunatan massal bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Untan, Kebidanan Universitas Muhamadiyah, dan Dinas Kesehatan kabupaten/kota se Kalbar.

“PATRI Kalbar juga senantiasa memperjuangkan permasalah-permasalahan masyarakat,” ujarnya.

“Jadi kalau seandainya PATRI sering curhat kepada dinas dan kementerian menyangkut permasalahan lahan warga, menyangkut permasalahan pertanahan, menyangkut permasalahan sertifikat, memang sekarang masalah utama yang terjadi adalah masalah lahan,” sambung Imam.

PATRI tidak henti-hentinya memperjuangkan dan senantiasa berkerja sama dengan berbagai organisasi untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan lahan. Ke depan pihaknya ingin agar permasalahan transmigrasi semakin bisa diminimalisir dengan melaksanakan clear and clean. “Karena kalau permasalahan transmigrasi tidak diminimalisir lama kelamaan akan membesar,” ucapnya.

Dirinya menyebutkan, berbagai kasus sudah terjadi. Semua itu harus diuraikan dan selesaikan. Maka dari pada itu, butuh keikhlasan dari berbagai dinas. Ke depannya PATRI akan senantiasa menjalin kerja sama dengan semua instansi terkait.

“Mohon doanya semoga PATRI bisa bermanfaat untuk negeri, bisa menghebatkan negeri ini, dan bisa menjadi bagian untuk memakmurkan bangsa ini,” tutup Imam.
Dalam acara pelantikan tersebut juga dihadiri Sekretaris Kesbangpol Kalbar, Agus Suparman yang mewakili Pj Gubernur. Dia menyampaikan ucapan terima kasih dan pertemuan ini menjadi media bagi semua sebagai sumber komunikasi dalam meningkatkan peran dan fungsi organisasi untuk kebaikan dan kemajuan masyarakat Kalbar. “PATRI adalah organisasi kemasyarakatan yang dibentuk oleh anak transmigran,” ujarnya.

Keberadaan PARTI tak terlepas dari berdirinya organisasi lokal anak transmigran yang ada di unit-unit pemukiman transmigrasi. Kemudian berkembang di ibu kota provinsi yang banyak dipelopori oleh anak transmigran yang berstatus mahasiswa dan pemuda.
“PATRI Kalbar sebagai suatu wadah berhimpunnya putra-putri transmigran dengan gerakan-gerakan di tengah kehidupan masyarakat diharapkan dapat bersama-sama dengan pemerintah mengedepankan kehidupan yang demokrasi, menjunjung tinggi kebebasan yang bertanggung jawab, kesetaraan, kebersamaan, kejujuran demi tegak dan kokohnya negara kesatuan Indonesia,” paparnya.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Rosari Tyas Wardani menjelaskan, program transmigrasi sesungguhnya bukan hanya anak transmigran dari pendatang. Tapi komunitas yang menyatu di kawasan transmigrasi, termasuk penduduk setempat di desa-desa sekitar. Karena dengan perubahan UU No. 15/1997 menjadi UU No. 29/2009 menyatakan, bahwa transmigran tidak lagi transmigran pendatang dan penduduk menjadi transmigran. Tapi adalah transmigran yang berada di kawasan transmigrasi termasuk di dalam adalah desa-desa di kawasan transmigrasi.

“Transmigran kalau dulu programnya besar-besaran. Namun dengan berjalannya waktu, makin sedikit. Tapi sesungguhnya prioritasnya kini pada penduduk setempat,” ujarnya.
Kebijakan yang terjadi akibat perubahan tersebut tidak lagi hanya pendatang dari Jawa, Bali dan Lombok. Sesungguhnya transmigran adalah penduduk di dalam kawasan transmigrasi yang difasilitasi oleh pemerintah dengan mendapat hak dan kewajibannya sebagaimana diatur dalam UU dan peraturan yang ada.

“Jadi sesungguhnya selama Pemda masih memerlukan atau masih memprioritaskan peningkatan kehidupan masyarakat lokal yang ada di kawasan transmigrasi, maka di situlah program transmigrasi bisa dilaksanakan,” katanya.

Di Indonesia kata Rosari, sudah ada 619 kawasan transmigrasi yang dibangun. Hingga kini hampir 3.850 satuan permukiman dibangun. Dari yang telah dibangun 104 kawasan transmigrasi, sudah menjadi ibu kota kabupaten dari total kabupaten 550 lebih se Indonesia.

Dari 104 kawasan, ada dua yang sudah menjadi ibu kota provinsi yaitu ibu kota Sulawesi Barat, Mamuju. Begitu juga ibu kota Kalimantan Utara, Tanjung Selor yang dulunya lokasi transmigrasi yang sengat terbatas fasilitas.

Hasil evaluasi transmigrasi, setidaknya satu kawasan lebih kurang 10-30 desa. Sampai hari ini ada sekitar 25 juta keturunan anak transmigran yang menjadi SDM dalam pembangunan RI ke depannya. Dia juga menilai, PATRI Kalbar sudah cukup nyata dengan target dan kinerjanya. Ia berharap ke depan orientasinya adalah bagaimana meningkatkan SDM transmigrasi.

“Selain itu, PATRI se Indonesia diharapkan bisa meneruskan program-program penguatan kapasitas kader dan kelembagaan, termasuk mendorong profesionalisme kader, membangun jejaring kemitraan dan konsolidasi organisasi sesuai dengan tujuan organisasi PATRIA itu sendiri,” pesannya.

 

Laporan: Maulidi Murni

Editor: Arman Hairiadi