Lagu 2019 Ganti Presiden Bergema

Acara Deklarasi Relawan Prabowo-Sandi

11
SAFARI POLITIK. Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto ketika melakukan safari politik di Bali. Net

eQuator.co.idJakarta-RK. Deklarasi Relawan Pendopo Nusantara (Pena) ’45 mendukung pasangan Prabowo Subianto – Sandiaga Salahuddin Uno berlangsung Sabtu (20/10). Tak ada tokoh-tokoh sentral yang masuk dalam Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan nomor urut 02 yang hadir.

Pantauan Kantor Berita Politik RMOL (Jawa Pos Group), sederet nama beken yang masuk dalam daftar 20 undangan VIP tak ada yang hadir. Hanya pencipta lagu 2019 Ganti Presiden, Sang Alang tampak di lokasi acara.
Acara ini berlangsung di kediaman pribadi Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Sandi, Djoko Santoso di Jalan Bambu Apus Raya Nomor 100, Jakarta Pusat.  Tuan rumah, Djoko Santoso sendiri rupanya harus beranjak pergi. Mantan Panglima TNI itu pamitan hendak bertolak ke Yogyakarta.  “Mohon maaf saya mau ke Jogja,” kata Djoko sembari bergegas masuk ke dalam mobil sedan warna hitam.
Berdasarkan undangan yang diterima redaksi, 20 undangan VIP dimaksud yakni Prabowo, Sandiaga, tuan rumah Djoko Santoso, Muchlas Sidik, Neno Warisman, Amien Rais, Muhammad Taufik, Mardani Ali Sera, Habib Syech Al Hamid, Prof. Indra Cahya Uno, Habib Umar Al Hamid, Ust. Haikal Hasan, A. Riza Patria, Ahmad Muzani, Egi Sujana, Fitria Elvi Sukaesih, Elvi Sukaesih, Zulkifli Hasan, Ahmad Dhani, dan Aryo Hasyim Djoyohadikusumo.

Lagu berjudul 2019 Ganti Presiden berkumandang  di acara deklarasi tersebut.

Lagu ini dinyanyikan serentak oleh ribuan pendukung Prabowo-Sandi. “2019 ganti presiden kuingin presiden yang cinta pada rakyatnya,”  kompak mereka sembari mengacungkan dua jari.
Sang Alang lantas bertanya kepada ribuan relawan tentang sosok presiden dimaksud.
“Siapa presidennya?” tanya Sang Alang. Nama Prabowo Subianto pun sontak diteriakkan mereka.
Sementara itu, calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto melakukan safari politiknya di Bali. Di pulau dewata tersebut Prabowo berdialog dengan ratusan emak-emak pendukungnya.

Prabowo menjelaskan tentang permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini. Sebab, setelah 73 tahun Indonesia merdeka masih banyak rakyat yang hidup kelaparan serta sulit mendapatkan pekerjaan.
“Kita melihat sekarang adalah keadaan yang saya sebut keadaan paradoks, keadaan yang janggal setelah 73 tahun merdeka yang kaya semakin sedikit dan segelintir orang saja dan ini bukan saya karang,” ungkap Prabowo saat Deklarasi Emak-Emak Relawan Bingangkit Prabowo-Sandi di Bali, Jumat (19/10).
Mantan Danjen Kopassus itu menegaskan bahwa hal tersebut merupakan fakta yang diakui oleh bank dunia oleh lembaga lembaga internasional. Bahwa yang menikmati kekayaan di Indonesia adalah kurang dari 1 persen bangsa Indonesia, dan yang 99 persen mengalami hidup paspasan bahkan bisa dikatakan sangat sulit.
Karena itu, dia meminta kepada emak-emak pendukungnya tersebut untuk berjuang dengan penuh kesadaran atas apa yang menjadi permasalahan terhadap ekonomi di Indonesia. Sebab, sebagian besar kekayaan bangsa Indonesia dibawa keluar negeri dan tidak dimiliki oleh sebagian besar rakyat Indonesia.
“Kepada emak-emak, saya minta berjuang untuk penuh kesadaran dan keyakinan, bahwa kekayaan kita diambil dibawa keluar negeri dan semua sendi ekonomi kita tidak tinggal di dalam negeri, sama seperti di Bali hotel-hotel yang besar apakah itu milik orang Bali atau bukan?” tanya Prabowo.

Tidak hanya kepemilikan hotel hotel mewah di Bali, Prabowo juga menanyakan terkait bahan baku makanan dan minuman yang ada di hotel-hotel di Bali apakah berasal dari para petani-petani di Bali atau bukan. Menurutnya, sebagian besar pasokan makanan dan minuman yang ada di Bali terutama yang ada di hotel-hotel itu merupakan produk impor.
“Tanya petani-petani di Bali apakah orange juice yang ada di hotel hotel adalah asli jeruk di Bali atau bukan? Semua jus yang kita minum ini buahnya impor atau asli pertanian bangsa Indonesia? Semua itu kebanyakan impor,” tegasnya.
Masih kata putra Sumitro Djojohadikusumo tersebut, sudah saatnya sekarang rakya Indonesia sadar dengan kondisi bangsa saat ini yang sedang parah terutama sektor ekonominya.
“Saya merasa bahwa sekarang dan saat ini emak-emak dan rakyat Indonesia sudah memiliki kesadaran bahwa ada yang tidak beres dalam sistem ekonomi kita ini. Orang yang paling miskin saja, mereka sudah mengerti masalahnya apa,” pungkas Prabowo dalam keterangan resmi. (RMOL/JPG)