Kurangi Belanja dan Bawa Barang Berlebihan

Pesan Dodi saat Pelepasan Jemaah Calhaj di Batam

10
MELEPAS KE TANAH SUCI. Dodi Riyadmadji memberi arahan kepada jemaah Calhaj asal Kalbar di Embarkasi Batam, Kamis (2/8). Humas Pemprov for RK
MELEPAS KE TANAH SUCI. Dodi Riyadmadji memberi arahan kepada jemaah Calhaj asal Kalbar di Embarkasi Batam, Kamis (2/8). Humas Pemprov for RK

eQuator.co.idBATAM-RK. Jemaah calon haji (Calhaj) Kalbar yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 14 terdiri dari Kota Pontianak dan Kabupaten Sambas menuju Arab Saudi, Kamis (2/8). Pelepasan ke tanah suci itu dilakukan Penjabat (Pj) Gubernur Kalbar Dodi Riyadmadji di Asrama Haji Batam, Kepulauan Riau.

Dodi berpesan kepada seluruh jemaah untuk dapat melaksanakan ibadah haji dengan niat semata-mata beribadah kepada Allah Swt. Kemudian melaksanakan rangkaian ibadah haji dengan tertib.

“Kurangi kegiatan yang tidak langsung menunjang ibadah haji seperti berbelanja dan membawa barang yang berlebihan,” pesannya.

Jemaah juga diminta pelajari dan pahami buku pedoman haji yang telah dibagikan dengan baik. Agar jemaah dapat melaksanakan salah satu rukun Islam ke lima itu dengan maksimal. “Harus dipahami, perjalanan ke tanah suci ini adalah untuk beribadah,” imbaunya.

Supaya prosesi ibadah haji dapat dilaksanakan dengan baik perlu ditunjang fisik dan mental yang baik pula. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan waktu kegiatan. Agar energi dan stamina tidak diporsir sebelum waktunya. Sehingga mengakibatkan kondisi kesehatan dan mental dapat menurun saat rangkaian puncak ibadah haji.

Jemaah Calhaj Kalbar sebanyak 2.527 CJH orang. Di tanah suci akan berbaur dengan jemaah dari negara lain. Tentunya mereka semua juga akan melakukan ritual ibadah di waktu dan tempat yang sama pula. “Kita harus benar-benar menyiapkan diri untuk beradaptasi dengan situasi dan kondisi tersebut,” pesannya.

Hilangkan sikap egois, mau menang dan benar sendiri. Buang jauh-jauh sikap arogan dan meremehkan orang lain. Bangun rasa kasih sayang dan semangat kebersamaan. “Tampilah sebagai sosok haji Indonesia yang santun dan berakhlakul karimah,” imbuhnya.

Acara pelepasan ini juga dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Sambas, Kepala Kakanwil Kemenag Kalbar, perwakilan Pemkot Pontianak, Asisten III Setda Kalbar, serta Karo Kesra selaku Ketua Umum PPIHD Kalbar.

Sementara itu, tidak sedikit jemaah Calhaj yang menjadi korban penipuan di tanah suci. Untuk mengatasi hal itu, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi membentuk tim khusus untuk melakukan operasi senyap. Tim tersebut akan memburu para penipu yang rata-rata justru warga Indonesia sendiri.

Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Makkah Endang Jumali menjelaskan, modus paling sering adalah berpura-pura menawarkan bantuan jasa kepada CJH. Agar calon korban percaya, sebagian pelaku memakai seragam petugas haji. “Padahal itu seragam tahun-tahun sebelumnya,” katanya.

Karena itu, PPIH Arab Saudi mengganti seragam petugas haji setiap tahun. Pada baju seragam terbaru selalu ada tulisan tahun penugasan. Selain itu, setiap petugas selalu mendapat ID-Card yang harus dikenakan selama bertugas.

Endang menjelaskan, ada pula penipu yang mengenakan gelang haji bikinan tahun-tahun lalu. Dengan modal gelang tersebut, penipu bisa mendekati calon korban dengan mengaku sebagai sesama jemaah haji. “Karena itu, sosialisasi ke jemaah sangat penting. Jemaah harus mengenali ciri-ciri petugas yang legal dan tidak,” terangnya.

Nah, untuk mengantisipasi masalah tersebut, PPIH menempatkan petugas haji di setiap hotel yang ditempati jemaah Calhaj. Selain membantu jemaah, petugas tersebut bertugas mencegah masuknya penyusup ke hotel.

Biasanya, penyusup tersebut mengaku-ngaku sebagai kerabat jemaah haji. “Kedua, kami adakan operasi senyap untuk menangkap para pelaku,” tuturnya.

Tim yang masuk dalam operasi senyap akan bergerak di sekitar Masjidil Haram. “Tim itu akan melakukan investigas,” katanya.

Mereka mengincar orang-orang yang menyaru sebagai petugas haji. Jika ditemukan petugas haji gadungan, tim akan mengikuti dan memburu mereka secara diam-diam. “Kalau operasi dilakukan secara terang-terangan, mereka malah kabur,” katanya.

Jika saatnya tepat, tim akan membekuk petugas haji gadungan itu dan memproses mereka di kantor daker.  Dia mengakui, kasus-kasus penipuan selalu ada setiap tahun. PPIH Arab Saudi sudah mewanti-wanti kepada petugas di sektor khusus (seksus) agar menerapkan strategi perlindungan jemaah yang efektif.

Penipuan jemaah Calhaj tidak hanya marak di Mekkah. Di Madinah, sudah ada beberapa orang yang menjadi korban. Para pelaku biasanya menggunakan bahasa daerah yang sama dengan jemaah Calhaj.

 

Laporan: Rizka Nanda, Jawa Pos/JPG

Editor: Arman Hairiadi