Kumpulkan Lurah hingga RT Guna Tangkal Radikalisme

Cirinya, Menghakimi Orang yang Berbeda Paham

178
RAKER. Asisten Administrasi Umum Setda Sintang membuka rapat kerja terkiat radikalisme di Aula Kantor Kecamatan Sintang, Jumat (1/4)—Achmad Munandar

eQuator.co.id – Sintang-RK. Menyadari wilayahnya menjadi tempat  tujuan  banyak   orang   untuk bekerja   dan   berusaha, Camat Sintang, Ana Prihantina melalui Sekretaris Camat Sulaiman   berharap Kecamatan Sintang mampu menangkal radikalisme guna menjaga keamanan dan   ketertiban masyarakat di Kecamatan Sintang.

Guna menangkal radikalisme tersebut, Camat Sintang harus di dukung Lurah, Kepala Desa, Kepala Dusun hinga RT. “Untuk itu kita mengumpul seluruh Lurah, Kepala Desa,Kepala   Dusun, dan Ketua RT untuk menyamakan persepsi menangkal radikalisme,” terang Sulaiman, Ketua Panitia Rapat Kerja Camat Sintang di Aula Abdi Praja Kecamatan Sintang, Jumat  (1/4).

Dalam kesempatan tersebut, Asisten Administrasi Umum Setda Sintang, Zulkarnaen, mewakili Wakil Bupati Sintang meminta seluruh stakeholder mengenali ciri-ciri penganut paham radikal.

“Yakni mendasarkan diri pada nilai-nilai tertentu yang bertujuan melakukan perubahan cepat, menggunkaan cara kekerasan (violence). Klaim kebenaran mutlak bagi kelompoknya, berpadangan bahwa pihak lain salah dan sesat, merasa punya otoritas memaksa dan   menghakimi orang atau kelompok yang berbeda pemahamannya,” pinta Zulkarnaen.

Ditegaskannya, radikalisme sangat berbahaya karena ingin menggugat dan mengganti ideologi negara, menebar permusuhan dan memicu instabilitas sosial, menolak   kemapanan   sosial dan keberhasilan pembangunan, membenci pemerintahan yang sah dan legitimate,   menawarkan   cara   berpikir   danbertindak baru yang baru yang belum tentu baik dan bermanfaat.

Ditambahkannya, pola penyebaran radikalisme rata-rata dilakukan dengan menyusup dalam   organisasi kemasyarakatan atau kelompok tertentu serta memanfaatkan kegiatan  dalam  ranah  agama dan keyakinan.

“Cara mencegah radikalisme adalah dengan melakukan pemantauan dan pendataan   ormas/kelompok masyarakat, melakukan pengawasan terpadu, kemudian  meningkatkan   peran KOMINDA sebagai upaya efektifnya deteksi dini keberadaan Ormas yang   bermasalah,” kata dia.

Ada beberapa  penyebab munculnya radikalisme, salah satunya yakni ketidakadilan sosial, karena faktor kemiskinan dan tekanan ekonomi, ketidakpuasan publik (dissatisfaction) terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap tak adil terhadap rakyat kecil.

“Dalam konteks politik, radikalisme bisa disebabkan perlakuan diskriminatif penguasa   terhadap kelompok tertentu, seperti bisa berupa tidak diakomodasinya aspirasi atau keinginan kelompok   tersebut   sehingga  mengakibatkan   tindakan   frontal   dan  anarkisdan tafsir yang ekstrim terhadap ajaran agama dan ideologi tertentu,” ungkapnya. (Adx)