KPw BI Kalbar Konsisten Dorong Even Saprahan Khatulistiwa Ke-6 Sebagai Flagship Event Tahunan

eQuator.co.id-Pontianak . Sebagai wujud nyata komitmen terhadap pengembangan Usaha Mikro Menengah (UMKM) yang terintegrasi, Kantor Perwakikan Bank Indonesia (KPw BI) Kalimantan Barat secara konsisten menyelenggarakan Saprahan Khatulistiwa sebagai acara unggulan tahunan.

Mengangkat tema “Mendorong Transformasi UMKM dan Pariwisata untuk Kalbar yang Berdaya Saing”. Penyelenggaraan tahun keenam sekaligus tahun kedua kolaborasi dengan Kalbar Food Festival, Saprahan Khatulistiwa 2026 ini mencerminkan semangat besar untuk memperkuat perekonomian daerah melalui tiga tujuan strategis utama.

Pertama, mendorong penguatan kelembagaan UMKM agar mampu terintegrasi dalam rantai pasok yang lebih luas, kuat, dan berkelanjutan melalui fasilitasi business match.

Kedua, memperkuat sinergi pengembangan UMKM dan Pariwisata Kalimantan Barat guna meningkatkan eksposur pasar yang lebih potensial.

Ketiga, memperkuat keuangan inklusif melalui pemanfaatan teknologi, khususnya melalui penerapan sistem pembayaran digital bagi UMKM dan sektor jasa pariwisata.
“Di tengah tantangan ekonomi domestik tahun 2026, BI Kalbar tetap optimis bahwa Saprahan Khatulistiwa akan memberikan kinerja yang positif,” ucap
Kepala Perwakilan BI Kalbar, Doni Septadijaya

Optimisme tersebut tercermin dari target strategi yang telah ditetapkan, yaitu realisasi pembiayaan business matching sebesar Rp2,65 miliar, business matching penjualan sebesar Rp2,10 miliar, keterlibatan 30 UMKM dalam program inkubasi bisnis berorientasi ekspor, serta target kunjungan masyarakat sebanyak 21.400 pengunjung.

“Guna mencapai target tersebut, rangkaian kegiatan Saprahan Khatulistiwa 2026 dirancang lebih holistik melalui penguatan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan,” terang Doni

Pada tahap pra-acara, sejumlah agenda strategi telah sukses dilaksanakan, seperti Temu UMKM dalam bentuk forum dan capacity building, partisipasi dalam Expo UMKM x Sampoerna Fest dan Loka Kreasi, pelatihan serta sertifikasi desa wisata prioritas bersama Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kalbar, program Inkubator Bisnis BI (INKUBBI), hingga pengembangan pelatihan motif Tenun Sintang untuk menghasilkan produk ready-to-wear.

Sebagai puncak kegiatan, Main Event Saprahan Khatulistiwa 2026 diselenggarakan mulai tanggal 4 hingga 6 Mei 2026 di Ayani Mega Mall Pontianak.

Dibuka pada tanggal 4 Mei 2026 oleh Ricky P. Gozali, Deputi Gubernur BI bersama Gubernur Kalbar yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar, kegiatan ini menghadirkan beragam agenda unggulan yang tidak hanya meriah, tetapi juga sarat nilai strategis.

Berbagai kegiatan seperti edukasi Ngander Kapuas, lomba LiberiKhatulistiwa, Kalbar Food Festival, Temu Bisnis UMKM, sosialisasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah serta QRIS, bincang wastra, hingga fashion show dirancang untuk memperkuat promosi, edukasi, dan pengembangan kapasitas UMKM serta pariwisata.

Sementara itu, Expo UMKM dengan dukungan lebih dari 60 booth UMKM akan terus berlangsung hingga 10 Mei 2026, memperluas peluang promosi dan transaksi bagi pelaku usaha lokal.

“Lewat kegiatan ini seluruh rangkaian kegiatan tersebut, BI Kalbar berkomitmen untuk terus memperkuat peran sebagai penggerak utama pembangunan ekonomi daerah, khususnya dalam menciptakan UMKM lokal yang inklusif, terdigitalisasi, dan berdaya saing global,” lugasnya

Kesuksesan penyelenggaraan Saprahan Khatulistiwa 2026 tentu tidak terlepas dari dukungan dan kolaborasi berbagai pihak.

“Apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada Pemerintah Provinsi Kalbar, instansi vertikal, perbankan dan lembaga keuangan, asosiasi, komunitas, pelaku usaha, media massa, serta seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi aktif,” sebutnya

Selain itu, saprahan Khatulistiwa diharapkan tidak hanya menjadi acara tahunan, tetapi juga menjadi momentum strategi dalam mempercepat transformasi UMKM dan pariwisata Kalbar menuju ekosistem ekonomi yang lebih maju, mandiri, inklusif, dan berkelanjutan.

“Dengan semakin kuatnya, Kalbar optimis mampu melahirkan UMKM unggulan yang siap bersaing di pasar nasional maupun global, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas,” tutupnya. (Ova)